Mini market yang dirampok di Jalan Utan Kayu Raya, Jakarta Timur. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Sekuriti Tidur, Perampokan Minimarket Baru Diketahui Saat Ada Pembeli

Estimasi Baca:
Jumat, 18 Mei 2018 13:25:02 WIB

Kriminologi.id - Sebanyak 3 pelaku merampok sebuah minimarket di Jalan Utan Kayu Raya, Jakarta Timur, pada Jumat dini hari 18 Mei 2018 sekitar pukul 03.00 WIB. Aksi perampokan tersebut baru diketahui satu jam kemudian atau pukul 04.00 WIB. Itu setelah ada seorang datang ke minimarket tersebut hendak membeli token listrik. 

“Pelanggan datang gak ada orang di dalam, dia keluar manggil petugas keamanan yang lagi tidur di luar,” kata seorang karyawan minimarket tersebut bernama Dodi ketika ditemui di Utan Kayu, Jakarta Timur, Jumat, 18 Mei 2018.

Karena mendapati minimarket tak ada penjaganya, kata Dodi, pembeli kemudian menghampiri Anis, seorang petugas keamanan yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Anis yang terbangun usai dihampiri pembeli token listrik langsun bergegas menuju lantai 2 untuk mencari kedua karyawan minimarket tersebut. Ternyata, Dodi bersama rekannya ditemui di dekat tempat penyimpanan brankas.

"Pak Anis tanya ngapain kalian di lantai 2? dari situ baru saya ceritain kalau kami abis dirampok," ujar Dodi.

Dodi menjelaskan, aksi perampokan dilakukan oleh pelaku yang berjumlah tiga orang. Para pelaku menyatroni minimarket teempatnya bekerja menumpang sebuah mobil merek Toyota Avanza warna putih. Akibat perampokan tersebut, uang sebesar Rp 200 juta yang disimpan di brankas raib. 

Menurut Dodi, dalam menjalankan aksinya ketiga pelaku memiliki peran berbeda-beda. Saat baru tiba, seorang pelaku yang turun dari mobil masuk ke dalam minimarket menuju kasir. Ia kemudian menodongkan senjata api kepada Dodi dan rekannya saat berada di kasir. Sementara dua pelaku lainnya berjaga di luar minimarket untuk memantau situasi. 

"Pelaku bilang, ‘lo ngelawan, lo gua matiin, lo diem aja dan tunjukin di mana brankasnya’," kata Dodi.

Saat Dodi ditodongkan senjata api, tak lama dua pelaku yang semula berada di luar turut masuk ke dalam minimarket. Oleh para pelaku, Dodi dan rekannya diminta menunjukkan tempat penyimpanan brankas, yang ternyata diletakkan di lantai 2 minimarket tersebut. 

Ketika sampai di tempat penyimpanan brankas, ketiga pelaku yang memegang senjata api menyuruh Dodi membuka brankas tersebut yang ternyata berisi uang sebesar Rp 200 juta. Usai mengambil uang tersebut, ketiga pelaku menyuruh kedua karyawan untuk diam di tempat atau di lantai dua minimarket selama 30 menit.

"Saya disuruh diem selama 30 menit, mereka langsung kabur mungkin pas saya masih di atas," kata Dodi.

Saat dikonfirmasi, Anis mengaku tidak mengetahui saat peristiwa perampokan berlangsung. Sebab, saat itu dirinya tengah tertidur pulas di depan minimarket.

"Saya juga gak tau, saya ketiduran juga, jadi tak tahu ada yang masuk atau engga," ucap Anis. 

Kepolisian yang mendapat informasi perampokan langsung melakukan olah TKP dengan memeriksa CCTV minimarket dan meminta keterangan dari para saksi. Saat ini minimarket yang berada di Jalan Utan Kayu Raya, Jakarta Timur ditutup sementara demi kepentingan penyelidikan. TD

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Tito Dirhantoro
KOMENTAR
500/500