Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberi keterangan kepada wartawan. Foto Dimeitri Marilyn/Kriminologi.id.

Selain Novel, Teror ke Penyidik KPK Tahun 2015 Juga Belum Terungkap

Estimasi Baca:
Kamis, 15 Mar 2018 11:15:15 WIB
Ada penyidik KPK yang mengalami teror penyiraman soda api di mobilnya pada tahun 2015. Meski sudah dilaporkan ke kepolisian, pelaku teror belum terungkap hingga kini.

Kriminologi.id - Novel Baswedan ternyata bukan satu-satunya penyidik KPK yang mendapat serangan teror dari pihak luar. Ada penyidik lain yang juga mengalami hal serupa pada tahun 2015. Namun pelaku teror pun belum terungkap hingga kini.

Soal serangan yang juga dialami penyidik KPK itu diungkapkan Kabiro Humas KPK Febri Diansyah. Menurut Febri, ada juga penyidik yang mengalami serangan teror seperti yang dialami Novel. 

"Kalau disampaikan bahwa ada serangan, ada teror, yang ditujukan kepada penyidik KPK selain serangan air keras 11 April, itu benar," kata Febri dalam perbincangan dengan media di Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018.

Baca: Komnas HAM Bentuk Tim Bongkar Kasus Novel Baswedan

Febri menuturkan, KPK sebenarnya enggan mengungkapkan soal teror yang dialami salah satu penyidiknya ini. Apalagi jika publikasi soal serangan teror tersebut malah menimbulkan ketakutan yang lebih luas di kalangan penyidik maupun masyarakat seperti yang diinginkan oleh peneror. 

Namun akhirnya KPK memutuskan untuk mempublikasikan serangan teror yang dialami penyidiknya itu dengan maksud agar teror-teror itu segera terungkap.

"Karena kepentingan yang lebih utama adalah agar teror-teror itu terungkap," terang Febri.

Soal teror yang dialami salah seorang penyidik itu, Febri bercerita bahwa sekitar tahun 2015 ada pihak-pihak yang tidak dikenal dan mencurigakan tampak mondar-mandir di rumah salah satu penyidik.

Tak cukup hanya mengintai, pihak yang mencurigakan itu bahkan melakukan pengrusakan terhadap mobil penyidik tersebut.

"Mobil penyidik itu disiram dengan soda api sampai terjadi kerusakan," tutur Febri.

Baca: Soal Pembentukan TGPF, DPR: Munir Beda Dengan Novel Baswedan

Usai teror itu, kata Febri, penyidik tersebut bersama KPK melaporkan peristiwa itu kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti. Namun hingga kini belum terungkap peneror tersebut. 

"Penyidik yang mengalami serangan itu diperiksa. Tapi memang sampai saat ini belum ditemukan pelakunya," ujar Febri.

Febri menuturkan, jika pelaku teror penyiram soda api ke mobil penyidik KPK itu belum terungkap tentu akan berisiko terhadap penyidik lain yang tidak tertutup kemungkinan akan mengalami serangan teror yang sama ketika tengah berkerja mengusut kasus korupsi.

"Ini yang kami sebut berulang kali pelaku teror atau pelaku serangan tidak ditemukan, bukan hanya berisiko untuk pihak yang diserang pada saat itu, tetapi juga kepada penyidik atau pegawai KPK lain atau kepada siapapun yang bekerja di jalan pemberantasan korupsi," pungkas Febri.

Baca: Novel Baswedan Ingin Kasusnya Dilimpahkan ke TGPF

Teror kepada penyidik KPK mulai terungkap ketika penyidik senior Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal saat pulang menunaikan salat subuh di masjid dekat rumahnya pada 11 April 2017.

Akibat penyiraman air keras itu, Novel mengalami kerusakan dan kehilangan sebagian penglihatannya meskipun telah menjalani serangkaian operasi mata di Singapura. 

Kasusnya telah ditangani oleh kepolisian, namun hingga kini belum ada titik terang pelaku penyerangan tersebut. Komnas HAM juga telah membentuk Tim Pemantau untuk memantau pengungkapan kasus yang dilakukan kepolisian.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500