Ilustrasi TKI atau Tenaga Kerja Indonesia. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Sempat Viral di Medsos, Utih TKI Disiksa Majikan Kembali Ke Sukabumi

Estimasi Baca:
Sabtu, 8 Sep 2018 08:10:05 WIB

Kriminologi.id - Utih (53), tenaga kerja Indonesia asal Sukabumi, Jawa Barat yang menjadi korban penyiksaan majikan di Malaysia akhirnya tiba di Indonesia pada Jumat, 7 September 2018 malam. Penyiksaan yang dialami Utih sempat viral di media sosial 

"Utih langsung pulang ke kampung halamannya di Desa Loji, Kecamatan Simpenan agar bisa cepat ketemu keluarganya," kata Humas Kemenakertrans RI Abdul Baasith melalui pesan singkat kepada wartawan di Sukabumi, Jumat, 7 September 2018.

Menurutnya, Utih dan rombongan dari Kemenakertrans tiba di Cimapag pada Sabtu, 8 September 2018 sekitar pukul 01.00 WIB jika tidak ada hambatan di jalan raya.

Percepatan pemulangan ke kampung halamannya ini agar kasus dugaan penyiksaan yang dialami Utih bisa segera diproses.

Namun, untuk gajinya selama 11 bulan yang belum dibayarkan sudah dilunasi oleh majikannya sebesar 14.200 Ringgit Malaysia ditambah uang kompensasi sebesar 2 ribu Ringgit Malaysia.

Kasus Utih mencuat setelah videonya tersebar di media sosial Facebook. Dalam video itu wajah Utih terlihat lebam yang diduga akibat penganiayaan atau penyiksaan yang dilakukan oleh anak dan menantu majikannya selama bekerja di Malaysia.

Suami Utih, Idim (54 tahun) mengatakan, istrinya bekerja di Malaysia sejak 5 maret 2017 lalu dan berangkat dalam keadaan fisik sehat. Namun selama bekerja di Malaysia keluarga hanya menerima kiriman uang tiga kali selama Utih bekerja lima bulan di Malaysia.

"Menerima kiriman uang dari istri selama bekerja disana cuman tiga kali, kiriman pertama sebesar Rp 3 juta kedua kirim Rp 6 juta dan ketiga kirim Rp 6,3 juta dan selebihnya tidak ada ngirim uang lagi," ujar Idim seperti dilansir sukabumiupdate.com.

Menurut Idim, ia terakhir berkomunikasi dengan istrinya tujuh hari sebelum menjelang bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah. Dalam sambungan telepon itu, Utih mengungkapkan  sering diperlakuan tidak baik oleh anak majikan.

"Awalnya istri saya menelepon ke saya pesannya gini, saya sering disiksa oleh anak majikan dan menantu majikan," katanya.

Setelah mendengar kabar seperti itu Idim langsung mengadukan hal yang dialami istrinya tersebut kepada sponsor yang diketahui berada di daerah Palabuhanratu, namun sayangnya pengaduan tersebut tidak membuahkan hasil lantaran tidak memiliki bukti.

Namun setelah menjelaskan keadaanya, tak ada lagi komunikasi antara Idim dan anak-anaknya dengan Utih kira-kira selama 3 bulan 10 hari. Hingga pada akhirnya muncul sebuah postingan video dalam medsos. Dalam video tersebut menunjukan seorang wanita yang sudah tak berdaya dan dengan keadaan wajah penuh luka lebam.

Setelah melihat video tersebut, pihak keluarga langsung mendatangi sponsor yang ada di Jakarta. Selang beberapa hari, pihak keluarga dapat berkomunikasi dengan Utih setelah sponsor tenaga kerja yang ada di Jakarta menghubungi dengan agen tenaga kerja di Malaysia

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500