Sopir taksi ditemukan tewas dengan luka jeratan di leher. Foto: Ist/Kriminologi.id

Sopir Taksi Express Tewas, Bernhard Sosok Ayah Pekerja Keras

Estimasi Baca:
Kamis, 2 Ags 2018 12:30:34 WIB

Kriminologi.id - R Bernhard Indra Jaya, sopir taksi Express yang tewas dijerat oleh penumpangnya sendiri di kawasan Tangerang, Banten, merupakan sosok ayah pekerja keras. Selain itu, pria berusia 57 tahun tersebut juga dikenal ramah dan suka mengobrol.

Ketua RT 03 RW 08 Perumahan Alam Indah, Cipondoh, Tangerang, Titi, mengatakan sopir taksi asal Medan, Sumatera Utara itu, dikenal sebagai pribadi pekerja keras. Pasalnya, hampir setiap hari Bernhard harus pulang larut malam mencari nafkah untuk keluarganya. 

“Dia (Bernhard) sering pulang malam. Kadang mobil taksinya dibawa ke rumah, kadang tidak. Kadang, dia pulang suka jalan kaki dari depan. Memang hidupnya pas-pasan juga,” kata Titi saat ditemui Kriminologi.id di Tangerang, Banten.

Titi mengungkapkan, di usianya yang ke-57 tahun Bernhard diketahui sudah masuk masa pensiun. Walau begitu, dalam pengamatan Titi, Bernhard masih semangat bekerja.

Terlebih putri semata wayangnya bernama Cindy kini tengah memasuki bangku perkuliahan. Karena banyak membutuhkan biaya, lanjut Titi, tak heran bila terkadang Bernhard jarang pulang. 

“Kasihan saya lihatnya. Kalau lewat, perawakannya agak bungkuk dan sering batuk-batuk," tuturnya.

"Dia kadang pulang larut malam, kadang enggak pulang mungkin nginep di pool. Berangkatnya juga enggak tentu, enggak selalu pagi.”

Selain pekerja keras, Titi mengenal Bernhard sebagai sosok pribadi yang ramah. Warga sekitar pun mengenalnya demikian.

Tak jarang Bernhard berkumpul di warung bersama dengan bapak-bapak lain untuk mengobrol sembari menyeruput kopi. 

“Dia emang demen mengobrol orangnya,” ujar Titi.

Pascainsiden tewasnya Bernhard, rumahnya yang berada di Kompleks Perumahan Alam Indah tampak sepi. Lampu teras rumah dibiarkan dalam keadaan menyala. Tak ada keluarga yang menyahut ketika dipanggil-panggil dari luar rumah. 

“Keluarganya masih di rumah duka mas karena besok mau dikuburkan,” kata Titi.

Jasad Bernhard ditemukan di pinggir jalan tepatnya di semak-semak areal persawahan Kampung Cirengit, Desa Pasirmuncang, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten oleh dua warga bernama Arisno dan Wahir.

Menurut saksi, korban tewas tergeletak itu pria mengenakan seragam taksi Ekspress. Atas penemuan itu, Arisno dan Wahir memberitahukannya kepada ketua RT setempat, yang kemudian langsung dilaporkan ke polisi.

Tak lama, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara. Hasilnya, polisi menemukan bekas luka jeratan di leher dan luka gores di bagian tangan korban

“Dompet, handphonenya tidak kami temukan. Ada juga aki mobilnya juga hilang,” kata Kapolsek Cisoka, AKP Ukha Subakti. TD

RZ

Reporter: Walda Marison
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500