Ilustrasi pembunuhan/ Tribratanews

Sopir Tewas di Tangan Kernetnya, Emosi Dengar Curhatan Pacar Diperkosa

Estimasi Baca:
Rabu, 8 Ags 2018 09:30:47 WIB

Kriminologi.id - Sopir angkutan antarprovinsi jurusan Ternate Maluku Utara (Malut) tujuan Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) bernama Rizal Dawali (39 tahun) alias Gondrong, tewas akibat ditikam kernetnya Selasa, 8 Agustus 2018.

Rizal menyerang pelaku menggunakan senjata tajam karena khawatir perbuatan memperkosa kekasih kernetnya itu diketahui sang istri. 

Namun serangannya mampu diredam pelaku dan membalikan mata senjata tajam hingga menancap di dada korban. Rizal meregang nyawa setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit umum daerah atau RSUD Chasan Boesoerie Ternate 

Kasubbag Humas Polres Ternate, Iptu Siswanto di Ternate, Selasa, membenarkan peristiwa pembunuhan tersebut pelakunya telah diamankan. Polisi masih merahasiakan identitas pelaku pembunuhan rekannya tersebut. 

Menurut dia, kronologis sekitar pukul 10.00 Wit, korban dan pelaku yang merupakan rekan kerja sopir dan anak buahnya berdua mengkonsumsi miras jenis cap tikus tepatnya di Pelabuhan penyeberangan Fery Bastiong.

Rencananya keduanya besok tanggal 07 agustus 2018 menyeberangkan mobil mereka yang bermuatan kopra menuju bitung. Muatan kopra diambil dari Haltim sejak sehari sebelumnya yaitu tanggal 5 agustus 2018.

Saat itu, pelaku menerima telepon dari Indah yang diakui sebagai kekasihnya yang saat ini berada di Kota Bitung. Dalam percakapananya, Indah mengaku kalau korban telah menyetubuhi dirinya sebanyak 2 kali di Ternate.

Mendengar pengakuan Indah pelaku terbakar emosi dan sangat kecewa kepada korban yang tega mengkhianati pelaku dengan cara seperti itu.

Pelaku kemudian menghampiri korban dan menceritakan semua hasil percakapannya dengan Indah. Mendengar semua itu, bukannya meminta maaf, malah korban berbalik marah dan mengancam pelaku agar jangan memberitahukan peristiwa tersebut ke istri korban.

Korban kemudian mengambil pisau dan berusaha menikam pelaku. Serangan pelaku direspons korban dengan cara menangkis dan tanpa sengaja membalikan mata pisau ke arah dada korban. 

Korban yang tidak bisa mengendalikan badan karena dalam keadaan mabuk akhirnya terjatuh dan tersungkur. Pisau yang menancap hingga merobek dadanya  bagian kiri.

Seketika korban langsung tidak menyadarkan diri.

Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500