Ilustrasi kebakaran rumah, Foto: Pixabay.com

Suami Emosi Bakar Rumah karena Kedatangan Anak Tiri, Sekeluarga Tewas

Estimasi Baca:
Jumat, 10 Ags 2018 09:55:30 WIB

Kriminologi.id - Seorang suami berinisial MH (60), nekat membakar rumahnya sendiri lantaran emosi adanya kunjungan anak tiri ke kediamannya. MH tak terima keberadaan anak istrinya dari suami pertama datang ke rumah hingga dirinya melakukan pembakaran. 

Akibat kebakaran rumah di Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir pada Selasa, 24 April 2018, istri, pembantu dan dua anaknya tewas terbakar. 
 
"Motifnya hanya karena ada salah paham dari tersangka maupun dari korban sehingga terjadi kasus pembunuhan ini. Persoalannya karena anak korban dari pernikahan pertama datang ke rumah tersangka, sementara MH sendiri tidak mengizinkan. Jadi permasalahannya hanya itu saja," tutur Kapolsek Bangko Rokan Hilir Kompol James Rianov Syaloom Rajagukguk, didampingi Kanit Reskrim Iptu D Raja Napitupulu usai menggelar reka ulang kasus tersebut di Mapolsek setempat, Kamis, 9 Agustus 2018. 

James mengatakan MH, pelaku menjalankan reka ulang dengan 48 adegan yang diperagakan tersangka berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang akan dilimpahkan kepada Kejaksaan. 

Setelah dilakukan rekonstruksi, Kepolisian akan melengkapi berkas kembali dan melengkapi berkas kepada kejaksaan.

Sebelumnya, kebakaran satu unit rumah atau toko grosir kelontong terjadi di Jalan Simpang Kuntilanak Dusun Mekar Jaya RT 08/RW 04, Kepenghuluan Sungai Besar Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir pada Selasa, 24 April 2018 dini hari mengakibatkan empat penghuni meninggal dunia.

Keempat korban dalam musibah tersebut yakni pemilik rumah bernama Purnama Br Napitupulu (43), Horas Pandapotan (7), Melati (5), Emi Br Napitupulu (35).

Dari keterangan saksi bernama Saprizal (28) dan Mangisi B Panjaitan (32) yang merupakan warga setempat, melihat langsung kebakaran rumah milik Purnama Br Napitupulu.

Saksi kala itu melihat sumber api dari depan rumah korban dan langsung melakukan pertolongan membantu korban untuk memadamkan api.

Pada saat itu juga, saksi melihat suami Purnama Br Napitupulu berinisial MH keluar dari dalam rumah dan mengeluarkan sepeda motor. 

Namun ketika saksi hendak mendekatinya, MH menjauh dan meninggalkan lokasi kebakaran dengan menggunakan sepeda motor Yamaha merk Nmex BM 3357 PY.

Dari keterangan saksi itu, hingga api hangus membakar rumah tersebut, MH tidak kembali ke TKP. Kemudian saksi memberitahukan kepada warga sekitar dan melakukan upaya pemadaman.

Tetapi, dikarenakan kurangnya peralatan pemadaman, api langsung membakar rumah dan isinya berupa barang-barang kelontong tanpa ada yang bisa diselamatkan. MH kabur meninggalkan korban dan bersembunyi di desa Mahato. 

Selang beberapa hari, tersangka berpindah tempat ke tempat adik iparnya ke Dolok Sanggul, Sumatera Utara.

"Mengetahui tersangka bersembunyi di sana, kita berkoordinasi dengan Polsek Dolok Sanggul untuk menjemput pelaku. Pada malamnya, kita akhirnya bawa tersangka ke sini," kata James.

Selama proses penyidikan, Kapolsek mengaku tersangka sangat kooperatif. Bahkan MH mengaku sangat menyesal atas perbuatannya. "Tersangka dikenakan pasal 338 juncto 340 KUHP dengan ancaman pidana 20 tahun penjara," ujarnya.

Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500