Ilustrasi bos miras yang diburu. Ilustrasi; Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Syamsudin Bos Miras Maut Cicalengka Dikenal Licin, Diburu ke Luar Jawa

Estimasi Baca:
Selasa, 17 Apr 2018 14:36:32 WIB

Kriminologi.id - Syamsudin sudah mengetahui bahwa dirinya diburu oleh petugas kepolisian. Bos miras oplosan maut yang menewaskan hingga 22 orang di Cicalengka, Kabupaten Bandung ini keburu kabur meninggalkan kediamannya begitu kasus miras oplosan merebak. 

"Kami sudah tetapkan DPO," kata Kabid Humas Polda Jabar AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko saat dihubungi di Bandung, Selasa, 17 April 2018.

Truno mengatakan perburuan terhadap Syamsudin kini tengah dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Ditresnarkoba Polda Jabar dan Polres Bandung. Syamsudin diduga telah pergi meninggalkan Pulau Jawa begitu tahu namanya masuk dalam daftar incaran petugas kepolisian.

"Sejauh ini posisinya di luar Jawa. Informasinya begitu. Masih kita buru," imbuh Truno.

Menurut Truno, petugas kepolisian juga telah meminta keterangan dari istri Syamsudin yang berinisial HN. Namun HM seolah menutup-nutupi keberadaan suaminya yang sedang dalam pengejaran petugas kepolisian itu.

"Kurang kooperatif HM ini. Jadi kami kesulitan melacaknya," kata Truno
  
Sementara terkait rumah mewah milik Syamsudin yang berada di Cicalengka dan diduga hasil pencucian uang, Truno enggan berkomentar lebih lanjut dengan alasan polisi masih fokus pada penyidikan kasus kejahatan Syamsudin sebagai peracik dan penjual miras oplosan yang menewaskan hingga 22 orang itu.

"Terkait dugaan adanya money laundring dari penjualan miras akan kita dalami setelah pelaku tertangkap," kata Truno.

Data yang dikumpulkan Kriminologi.id, terdapat 45 orang korban tewas akibat miras oplosan yang tersebar di daerah Kabupaten Bandung dan Sukabumi, Jawa Barat. Dengan perincian jumlah korban tewas sebanyak 35 orang dari Kabupaten Bandung, 4 orang dari Kota Bandung, dan 6 orang korban tewas di Kabupaten Sukabumi.

Korban tewas di Kabupaten Bandung terbanyak berasal dari daerah Cicalengka dengan 22 orang korban tewas, daerah Nagrek dengan 3 orang korban tewas, daerah Cikancung dengan 2 orang korban tewas, daerah Rancaekek dan Cileunyi dengan masing-masing seorang korban tewas. Sedangkan sisanya 6 orang korban tewas tidak diketahui asal daerahnya. RZ

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500