Ilustrasi penganiayaan karyawan PLN, Ilustrasi: Pixabay

Tak Sabar Kena Macet, 4 Pemabuk Aniaya Petugas PLN

Estimasi Baca:
Kamis, 6 Sep 2018 23:00:43 WIB

Kriminologi.id - Kepolisian Sektor Sentani Kota menangkap empat pemuda mabuk lantaran mengeroyok karyawan PLN Sentani yakni Feri Kandai (23). Keempat pemuda itu kesal terkena macet saat melintas di jalan yang sedang ada perbaikan jaringan listrik oleh petugas PLN.

Penganiayaan itu terjadi di Pasar Lama Sentani, di samping pangkalan ojek Amboina, sekitar pukul 11.30 WIT.

"Kami sudah mengamankan empat orang pelaku penganiayaan terhadap Feri. F. Kandai yaitu YK (30), MK (34), DW (26) dan OT (31)," ujar Kasi Humas Polsek Sentani Kota Brigpol M. Ichsan J. N, Kamis, 6 September 2018.

Saat ditangkap, keempat pemuda itu masih dipengaruhi efek minuman keras (miras). "Setelah mereka sadar nanti baru bisa kami lakukan pemeriksaan," kata Ichsan.

Ichsan menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat karyawan PLN bersama rekan-rekannya melakukan perbaikan jaringan kabel PLN di dekat pangkalan ojek Amboina Pasar Lama.

Di sekitar tempat kerja tersebut, kata dia, mereka memasang tanda ada pekerjaan PLN di pinggir jalan. Aktivitas perbaikan itu membuat lalu lintas menjadi agak macet.

Saat itu, empat kawanan pemuda mabuk melintas di ruas jalan tersebut dengan mengendarai kendaraan roda empat jenis Xenia dengan nomor polisi PA 7675 JA.

Lantaran tidak sabar dengan macet, kata Ichsan, empat pemuda mabuk itu mengumpat para pekerja PLN. Antara kedua pihak lalu terjadi adu mulut dan berujung tindak pidana penganiayan terhadap karyawan PLN.

Mendengar kejadian tersebut, kata Ichsan, patroli 802 langsung merespons dan mendatangi lokasi untuk menangkap para pelaku dan selanjutnya diamankan ke Mapolsek Sentani Kota.

Selain melakukan penganiayaan, kawanan pemuda mabuk itu juga melakukan pengerusakan terhadap kendaraan roda empat milik operasional lapangan PLN dengan nomor polisi PA 8336 AG. Para pelaku melemparinya dengan batu sehingga bagian tertentu kendaraan tersebut penyok.

"Kami telah membuat surat visum et repertum (VER) serta memeriksa korban, para pelaku akan di kenakan Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman dua tahun delapan bulan penjara," ujar Ichsan.

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500