Video viral satpam diduga di pusat perbelanjaan di Tanah Abang minta uang sewa lahan ke pemilik toko. Foto: Ist/Kriminologi.id

Terlibat Cekcok Dengan Pedagang, Tujuh Oknum Sekuriti "Dipecat" 

Estimasi Baca:
Selasa, 28 Ags 2018 21:30:45 WIB

Kriminologi.id - Tujuh oknum sekuriti yang terlibat cekcok dengan seorang pedagang di perbelanjaan Tanah Abang, Jakarta Pusat, diketahui telah dikembalikan pihak pengelola kepada vendor atau pihak outsourcing.

General Manager Blok B Tanah Abang, Bevi Linawati mengatakan, dikembalikannya tujuh oknum sekuriti itu kepada pihak vendor merupakan bentuk dari tindak lanjut kasus yang sempat viral beberapa waktu lalu.

"Para sekuriti tidak bekerja lagi di sini. Sudah dikembalikan ke outsource yaitu pihak Cahaya Perkasa Mandiri (CPM)," kata Bevi saat dikonfirmasi, Selasa, 28 Agustus 2018.

Meski telah memberikan tindak lanjutan kepada para oknum security itu, Bevi menyebut dalam video yang telah beredar di berbagai media sosial itu tak seperti yang dikatakan sebelumnya yaitu adanya pungutan liar (pungli) sewa lahan.

Menurut dia, insiden itu terjadi lantaran pihak pedagang yaitu Tanto berjualan melebih batas yang telah ditentukan. Namun, ia juga tak menampik ada ucapan atau perkataan dari salah seornag oknum sekuriti yang kasar, sehingga membuat keadaan semakin memanas dan terjadilah cekcok itu. 

"Saya meluruskan tidak ada pungli dalam penyewaan. Mungkin di video kemarin sekuriti kami emosi jadi keluarlah kata-kata tidak semestinya," ujar Bevi.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video viral sejumlah oknum sekuriti yang diduga meminta uang sewa lahan ke pemilik toko di Tanah Abang beredar di media sosial. Video tersebut viral usai diunggah akun Facebook Chen Yin Hiung pada Minggu, 26 Agustus 2018.

Dalam video berdurasi 1 menit 30 detik yang dilihat Kriminologi.id, nampak seorang oknum satpam tengah terlibat adu mulut dengan seorang pemilik toko yang mengenakan kaus abu-abu. Keributan itu terjadi diduga lantaran oknum sekuriti meminta sejumlah uang kepada pedagang itu.

Reporter: Rizky Adytia
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500