Lokasi bisnis solar milik Herdi Sibolga di suatu Pelabuhan di Jakarta Utara. Foto: Rizky Adytia/Kriminologi.id

Tewas Ditembak, Herdi Sibolga Pemain Bisnis Solar di Tengah Laut

Estimasi Baca:
Jumat, 3 Ags 2018 16:05:10 WIB

Kriminologi.id - Kepolisian menyebut penembakan Herdi Sibolga dilatari persaingan bisnis solar. Bisnis solar yang ditekuni Herdi itu  berada di tengah laut yang diperuntukan untuk para kapal penangkap ikan.

Hal itu diketahui setelah Kriminologi.id mendatangi kawasan pelabuhan di Jakarta Utara yang menjadi lokasi bisnis solar milik Herdi.

Herdi Sibolga

Menurut salah seorang petugas pelayanan pelabuhan bernama Burhanudin, di lingkungan pelabuhan ini, Herdi dikenal dengan nama Acuan yang memiliki tempat pengisian solar bagi para kapal nelayan.

Namun, keberadaan tempat pengisian bahan bakar milik Acuan itu menggunakan kapal tongkang dan berada di tengah laut yang kerap disinggahi kapal besar maupun kecil saat hendak pulang ke dermaga usai menangkap ikan.

"Mainnya pake kapal tongkang. Tapi dia mainnya di tengah laut itu," ucap Burhanudin saat ditemui di lokasi, Jumat 3 Agustus 2018.

Selain itu, saat disinggung mengenai persaingan bisnis solar di kawasan pelabuhan yang menjadi motif penembakan terhadap Herdi yang terjadi beberapa waktu lalu, Burhanudin menyebut hal itu bisa saja terjadi.

Sebab, selain Acuan yang merupakan pemain baru di bisnis itu, tempat pengisian solar yang berada di tengah laut juga terdapat di beberapa titik. Sehingga persaingan bisnis itu dianggap cukup ketat.

"Di tengah itu ada empat kapal tongkang yang jadi tempat isi solar. Kalau saingan, ya pasti ada-lah. Soalnya kan untuk pengisian solar di tengah itu terserah si kapalnya mau yang mana," kata Burhanudin. 

Terpisah, salah seorang karyawan PT Cahaya Karisma Timur bernama Maya yang merupakan perusahan milik Herdi Sibolga mengatakan bahwa perusahan yang menjadi tempatnya bekerja itu hanya merupakan biro jasa pengurusan surat izin kapal. 

Sedangkan, untuk bisnis solar yang dimiliki oleh bosnya itu, Maya mengaku tak mengatahuinya lantaran berbeda perusahaan dengan tempatnya bekerja.

"Kalau untuk bisnis solar saya pribadi tidak tahu. Karena untuk perusahaan ini cuma pengurusan surat, kalau yang itu (bisnis solar) beda lagi," kata Maya.

Herdi Sibolga

Penembakan terhadap Herdi terjadi pada Jumat, 20 Juli 2018 di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Polisi menangkap empat orang pelaku pembunuhan yaitu AS (41), JS (36), PWT (32), dan SM 941).

Dari pemeriksaan terhadap empat pelaku itu terungkap bahwa pembunuhan Herdi berlatar belakang persaingan bisnis penyaluran solar untuk kapal.

"Kalah saing bisnis kemudian otak pelaku menyuruh orang-orangnya untuk menghabisi pesaingnya," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian di Mapolda Metro Jaya, Sabtu, 28 Juli 2018.

Keempat pelaku mengaku mendapat perintah dari AX untuk menghabisi nyawa Herdi dengan iming-iming bayaran Rp 400 juta.

AX kini masih buron. AX pula yang menyediakan senjata api untuk melakukan pembunuhan Herdi. RZ

Reporter: Rizky Adytia
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500