Logo Bonek, suporter fanatik Persebaya Surabaya, Foto: Antara

Tewasnya Bonek di Solo Terpisah dari Rombongan Besar di Yogyakarta

Estimasi Baca:
Selasa, 17 Apr 2018 18:55:13 WIB
Sebelum dihadang di Solo oleh sekelompok masyarakat, korban tewas seorang Bonek Mania berinisial MP sempat berpelesiran di Yogyakarta. Itu sebabnya mereka terpisah dari rombongan besar suporter Persebaya Surabaya.

Kriminologi.id - Penyerangan oleh warga terhadap sekelompok suporter Persebaya Surabaya atau Bonek Mania mengakibatkan seseorang di antaranya tewas berinisial MP. Sebelum tewas, pria berusia 17 tahun itu bersama teman-temannya terpisah dari rombongan utama karena mampir untuk berpelesir atau jalan-jalan di Yogyakarta. 

“Ada sebagian suporter yang pulang dari Yogya mengalami penghadangan dan penganiayaan hingga meninggal dunia di RSUD dr Moewardi. Rombongan ini tercecer dari rombongan besar, setelah menonton sepak bola. Mereka jalan-jalan dulu di Yogya dan kembali pukul 1.30 WIB,” kata Kapolresta Surakarta, Komisaris Besar Ribut Hari Wibowo, Selasa, 17 April 2018.

Rombongan yang mengangkut MP kemudian dihadang oleh sekelompok masyarakat tepatnya di depan Rumah Makan Padang Murah Meriah di Jalan Ki Mangun Sarkoro, Banyuagung Kadipiro, Banjarsari, Solo. Di situlah, terjadi penganiayaan hingga mengakibatkan korban tewas. Selain itu, satu orang kritis dan belasan lainnya luka.

Setelah kejadian itu, pihak kepolisian melakukan olah TKP. Juga meminta sejumlah keterangan dari para saksi yang berjumlah 9 orang. Usai melakukan serangkaian penyelidikan, dalam waktu yang tidak terlalu lama, 2 pelaku berhasil ditangkap. 

Kedua pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu masing-masing berinisial AKS (23) alias Mbambox, warga Banyuanyar, Banjarsaari, Solo dan MAP (17) alias Benjol, warga Klodran Karanganyar. Selain pelaku, sejumlah barang bukti juga diamankan antara lain beberapa batu berukuran besar dan kecil, bambu, botol miras dan lainnya.

"Kedua tersangka kami tangkap semalam, pada Senin malam, 16 April 2018 di dua lokasi berbeda setelah melalui hasil penyelidikan. Pelaku AKS ditangkap di tempat persembunyian di wilayah Wonogiri dan MAP di rumahnya di Banyuanyar,” ujarnya. 

Ribut lebih lanjut mengatakan, penyelidikan pihaknya terhadap kasus ini belum akan berhenti hanya pada dua pelaku. Pihaknya masih memburu 50 sampai 100 orang yang kini masih buron dan diduga terlibat pengeroyokan tersebut. Karena itu, dia meminta kepada pelaku yang masih buron segera menyerahkan diri ke Mapolresta Surakarta.

“Kami akan memburu pelaku yang melarikan diri sampai tertangkap," ujarnya.

Ribut menjelaskan, menurut pengakuan saksi yang diperiksa pihak kepolisian, warga melakukan penyerangan karena kesal dengan ulah para Bonek sebelumnya yang melakukan pelemparan dan penjarahan saat melintas di Kota Solo. Aksi yang dilakukan warga, menurut pengakuan tersangka, karena balas dendam.

"Kedua pelaku kita jerat Pasal 170 tentang Penganiayaan hingga menyebabkan kematian dan terjerat huluman penjara selama 12 tahun," tutur Ribut.

Reporter: Tito Dirhantoro
Penulis: Tito Dirhantoro
KOMENTAR
500/500