ilustrasi wanita. Foto: Ist/Kriminologi.id

Tiga ABG Mengaku Sudah Dua Tahun Jadi PSK di Apartemen Kalibata

Estimasi Baca:
Rabu, 8 Ags 2018 18:55:29 WIB

Kriminologi.id - Polda Metro Jaya mengungkap praktek prostitusi di apartemen Kalibata City. Berdasarkan penelusuran, praktek jasa pemuas birahi berbayar itu berlangsung di 5 tower apartemen tersebut.

"Dugaannya 5 dari 18 atau hampir sepertiga dari total tower di Apartemen Kalibata City digunakan untuk praktik prostitusi," kata Wakil Direktur Direskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indardi saat merilis pelaku prostitusi anak di apartemen tersebut, Rabu, 8 Agustus 2018.

Prostitusi apartemen kalibata city

Ade Ary mengatakan, polisi memiliki bukti praktek prostitusi yang berlangsung di 5 tower kawasan apartemen tersebut.

Hal itu diketahui setelah tim khusus dari Sub Direktorat Renakta Direskrimum Polda Metro Jaya melakukan penindakan terhadap pelaku dan penyelenggara prostitusi anak di Tower Flamboyan, tepatnya di lantai 21 pada 2 Agustus 2018 lalu.

Dalam penindakan yang berlangsung pada malam hari sekitar pukul 11.00 WIB itu, petugas kepolisian mengamankan 32 orang yang terdiri dari 17 PSK dan 15 pelanggan.

Dari 32 orang yang diamankan itu, petugas kepolisian menemukan 5 anak ternyata masih berusia di bawah 18 tahun alias masih di bawah umur. 

"Dua anak laki-laki di bawah umur yang diamankan petugas itu calon pelanggan, sementara sisanya perempuan pekerja seks usianya masih sekitar 16 tahun," terang Ade Ary.

Menurut Ade, tiga PSK di bawah umur yang diamankan petugas di lokasi itu mengaku telah dua tahun bekerja sebagai PSK di Apartemen Kalibata City.

Ade menuturkan, modus praktik prostitusi di Apartemen Kalibata City itu dibalut dengan jasa penyediaan unit untuk pencabulan dan persetubuhan demi mendapat keuntungan.

Dari 32 orang yang diamankan petugas kepolisian itu, 3 orang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka yaitu dua orang pria berinisial T dan SBR sebagai penyedia unit yang disewakan, dan perempuan inisial R yang berperan sebagai muncikari.  

"Mereka (tersangka) adalah agen marketing properti yang sesuai fakta di lapangan ada puluhan unit yang mereka pasarkan di Apartemen Kalibata City. Tersangka ini menyediakan fasilitas yang memudahkan seseorang melakukan perbuatan cabul," kata Ade.

Ade menjelaskan, pengguna jasa prostitusi di Apartemen Kalibata City ini biasanya mendapatkan informasi soal PSK yang dijajakan melalui aplikasi chatting online WeChat dan Beetalk.

Tersangka SBR biasanya memancing pelanggan di aplikasi chatting tersebut dengan berpura-pura sebagai perempuan.

"SBR juga mengirimkan foto-foto dari pekerja seks komersial yang ditawarkan, berikut tarif dari harga Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta," kata Ade.

Ketika pelanggan telah menentukan PSK yang akan digunakan jasanya, SBR akan mengarahkan pelanggan kamar atau unit AH yang berada di Tower Flamboyan Lantai 21.


Di unit tersebut telah menunggu PSK yang dituju. Untuk setiap transaksi yang terjadi, SBR mendapat komisi Rp 50 ribu.

Sementara itu Kasubid Renakta Direskrimum Polda Metro Jaya AKBP Azhar Nugroho mengatakan, penindakan terhadap pelaku prostitusi di Apartemen Kalibata City dilakukan setelah dilakukan pengintaian selama dua pekan.

Azhar mengatakan, dalam penindakan itu petugas kepolisian telah menyita uang Rp 1 juta, kunci kamar unit atau kamar AH, tiga telepon seluler tersangka, dan bukti transfer pelanggan ke tersangka, serta kondom bekas dari G dan KH. 

Azhar mengatakan, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman penjara satu tahun empat bulan, serta Pasal 506 KUHP dengan ancaman penjara satu tahun.

Dua pasal tersebut mengatur perbuatan asusila dan hukuman untuk muncikari.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500