TKI ilegal yang hendak dideportasi Pemerintah Malaysia (ANTARA Foto/Ist)

TKI Asal Aceh Tewas Nyebur ke Laut, Hindari Kejaran Polisi Malaysia

Estimasi Baca:
Selasa, 17 Apr 2018 08:05:02 WIB

Kriminologi.id - Seorang Tenaga Kerja Indonesia atau TKI bernama Muzakir (29) dilaporkan meninggal dunia usai dikejar Polisi Diraja Malaysia. Muzakir menghembuskan nafas terakhirnya setelah menghindari kejaran petugas dengan cara menceburkan diri ke laut.  

Warga Dusun Blang Rimeh, Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara itu merupakan TKI Ilegal itu ditangkap di wilayah Tepi Muara Parit Sungai Cina, Melaka.

Muzakir tewas meski sempat dibawa ke rumah sakit setempat. Berdasarkan data dari Dinas Sosial Provinsi Aceh, sebanyak 12 orang TKI lainnya ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh Alhudri mengatakan, para TKI Ilegal ini berangkat dari Pulau Rupat dengan menggunakan boat bermesin pada tanggal 3 April 2018.

Sekitar 17 orang yang berangkat mengadu nasib ke negeri Jiran, yakni 2 tenaga kerja wanita ata TKW dan 15 lainnya TKI. 

"Di dalam boat tersebut berjumalah 17 orang, dua orang wanita dan 15 orang pria. Sementara tiga orang lain adalah awak boat termasuk satu orang tekong diduga bernama Iwan," kata Alhudri di Banda Aceh, seperti dilansir RRI Senin, 16 April 2018.

Sebagian dari mereka ungkap Alhudri, ada yang berhasil meloloskan diri dari kejaran petugas, namun naas bagi Muzakir, nyawanya tidak bisa tertolong meskipun sempat dibawa ke rumah sakit.

"Jenazahnya sudah dibawa pulang ke rumah duka di Aceh Utara dengan menggunakan pesawat pada Sabtu malam. Sementara 12 TKI lainya belum diketahui identitas apakah mereka warga Aceh atau bukan," ujar Alhudri singkat. 

Dari 12 orang TKI Ilegal yang saat ini belum diketahui nasibnya itu diketahui terdapat satu orang warga Aceh bernama Muhammad Nur usia 27 tahun. Dimana yang bersangkutan diketauhi memiliki hubungan famili dengan Muzakir yang menjadi korban tewas.

Pihakya terus melakukan koordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk menelusuri keberadan TKI Ilegal asal Aceh itu. 

"Pak Gubernur sudah perintahkan untuk menjemput mereka, ini terus kita lakukan koordinasi dengan pihak Malaysia," tambah Alhudri.

Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500