TNI Gagalkan Penyelundupan 8 Ton Bawang Merah di Perbatasan Entikong

Estimasi Baca :

Antaranews.com - Kriminologi.id
Antaranews.com

Kriminologi.id - Sebanyak 300 karung bawang merah ilegal dengan berat delapan ton masuk melalui jalur tradisional Entikong, Kalimantan Barat. Penyelundupan ilegal itu diketahui dan diamankan oleh Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif 511/DBY sekitar dua bulan lalu.

"Sesuai dengan aturan, komoditas berupa umbi lapis dari luar negeri ini harus dimusnahkan," kata Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimatan Barat, Yongki Wahyu Setiawan, Sabtu, 14 Juli 2018. 

Yongki mengatakan, penangkapan atas 8 ton bawang merah ilegal ini dilakukan pada 28 Mei 2018 oleh Pamtas Yonif 511/DBY. Sedangkan aksi pemusnahan 8 ton bawang merah ilegal itu pihaknya lakukan kemarin, Jumat, 13 Juli 2018.

Pemusnahan ini dilakukan karena masuknya produk pertanian jenis umbi-umbian asal luar negeri dilarang diimpor lewat pintu masuk Entikong.

Sebab, kata Yongki, itu bukan pelabuhan yang ditunjuk oleh pemerintah. Selain itu bawang merah ilegal ini tidak memiliki keterangan kesehatan dari negara pengirimnya.

"Barang bukti delapan ton bawang merah ini sesuai peraturan harus dimusnahkan karena tidak resmi dan tidak ada keterangan kesehatan dari negara asal," ungkapnya.

Proses hukum terkait penyeludupan bawang merah itu sudah dalam tahap P21. Pihak karantina Entikong menyatakan ini menunjukan bukti jika mereka tegas menindak penyelundupan. 

Penegakan hukum atas usaha penyelundupan bawang merah ilegal ini, kata Yongki, merupakan kerjasama dengan Pamtas Yonif 511/DBY dan sejumlah aparat hukum di perbatasan RI-Malaysia di wilayah Entikong.

Yongki menambahkan, semua aparat hukum terkait bisa melakukan pencegahan masuk jika melihat ada aktivitas penyelundupan produk hasil pertanian di wilayah perbatasan, karena tindakan ini sudah diatur dalam peraturan pemerintah. RZ NL

Baca Selengkapnya

Home Hard News Umum TNI Gagalkan Penyelundupan 8 Ton Bawang Merah di Perbatasan Entikong

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu