Ilustrasi Taksi Online. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Tolak Orderan Taksi Online Pakai Akun Warga, Risiko Besar bagi Sopir

Estimasi Baca:
Rabu, 8 Ags 2018 10:50:06 WIB

Kriminologi.id - Peristiwa kejahatan yang menimpa pengemudi taksi online oleh penumpang yang menggunakan akun warga atau orang lain kian marak.  

Aksi kejahatan dengan modus calon penumpang yang meminjam akun orang lain dalam pemesanannya itu sulit dihindari dan berisiko besar bagi sopir, kata Ketua Umum PPTJDI Igun Wicaksono, Rabu, 8 Agustus 2018. 

Peristiwa terakhir kejahatan pembunuhan dan perampokan yang menimpa Alex, sopir grab yang jasadnya ditemukan di lahan Perhutani, Sumedang, Jawa Barat pada 1 Juli 2018. 

Menurut polisi, para pelaku memesan taksi online tidak menggunakan akun pribadinya. Mereka meminta tolong pada warga Pasar Bintara Bekasi untuk memesankan taksi online dengan tujuan Cakung, Jakarta Timur.

Igun menjelaskan hal itu menyangkut pendaringan hidup pengemudi dan juga tuntutan kebutuhan akan transportasi bagi calon penumpangnya.

"Saya hanya bisa menghimbau kepada pengemudi taksi online untuk membatalkan orderan dari akun orang lain karena lebih besar resikonya," ujarnya.

Igun menjelaskan pengemudi taksi online tidak bisa memastikan penumpang yang menggunakan akun orang lain itu berniat jahat atau tidak.

Hanya saja, ia menyarankan jika melihat gerak-gerik mencurigakan pada penumpangnya sopir harus segera melakukan langkah antisipasi. 

Misalnya, memasukan kendaraan ke tempat publik seperti SPBU, kantor pemerintahan atau lebih baik ke kantor polisi terdekat. Hal ini untuk memastikan penumpang yang diangkutnya itu bukan pelaku kejahatan. 

Atau jika sudah terjebak di jalan tol, pengemudi bisa membawa kendarannya masuk ke lokasi peristirahatan yang didalamnya terdapat kantor PJR dan petugas keamanan. 

"Kalaupun darurat sekali tabrakan mobil ke lokasi yang ada petugas keamanan. Barang materi memang rusak, tapi kesalamatan lebih utama," ujarnya. 

Reporter: Syahrul Munir
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500