Ilustrasi pembunuhan. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Tolak Permintaan Pijat, Pemuda Bunuh Wanita Paruh Baya di Kalsel

Estimasi Baca:
Selasa, 31 Jul 2018 20:55:12 WIB

Kriminologi.id - Seorang wanita bernama Baniah alias Julak Binti Sulai (56) ditemukan tewas di rumahnya Desa Bararawa, Kecamatan Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, dengan kondisi tanpa kepala. 

Kepala Baniah ditemukan di Sungai Paminggir di dekat keramba ikan milik Halim, atau sekitar 10 meter dari tempat kejadian perkara atau TKP. Kepala korban ditemukan di kedalaman sekitar 5 meter sungai tersebut.

Adalah pemuda berinisial Ln (26), pelaku pembunuhan yang jengkel karena permintaan dipijat tak diindahkan.  

"Diduga pelaku sengaja membuang kepala korban ke Sungai Paminggir sehingga keesokan harinya dilakukan pencarian," ujar Kaur Bin Ops Reskrim Polres Hulu Sungai Utara, Ipda Rianda Putra Utama, seperti dilansir dari Antara, Selasa, 31 Juli 2018.

Aksi pembunuhan sadis yang terjadi pada Minggu, 29 Juli 2018 itu bermula saat korban sedang menonton televisi di dalam rumahnya setelah salat Magrib.

Tiba-tiba Ln yang merupakan tetangga korban berpura-pura minta dipijat, namun korban menolaknya. Akibat penolakan itu, pelaku naik pitam dan langsung membacok korban menggunakan sebilah parang di bagian leher hingga kepalanya terputus. 

Usai menebas korbannya, pelaku membawa kepala tersebut dan sebilah parang keluar rumah untuk membuangnya. 

Polisi mendapatkan laporan dari saksi dan langsung mendatangi tempat kejadian perkara atau TKP. Setelah memeriksa beberapa saksi, polisi menangkap pelaku. 

"Pelaku kita tangkap berdasarkan keterangan tiga orang saksi yang mengetahui kronologis kejadian," kata Rianda.

Sedangkan pencarian kepala korban, lanjut Rianda, dilakukan keesokan harinya pada Senin, 30 Juli 2018 pagi. Dalam pencarian ini, polisi meminta bantuan penyelam tradisional dari Nagara Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Setelah memakan waktu selama tujuh jam, kepala korban ditemukan di Sungai Paminggir di dekat keramba ikan milik Halim, atau sekitar 10 meter dari rumah korban.

Kepala korban tergeletak di kedalaman sekitar 5 meter sungai tersebut. Petugas lalu membawa potongan kepala itu ke rumah korban untuk dijahit menjadi satu dengan badannya oleh tim dokter.

Polisi mengganjar pelaku dengan Pasal 340 Jo 338 KUHP dengan tuduhan sengaja menghilangkan nyawa seseorang, ancaman pidana penjara selama 20 tahun atau hukuman maksimal seumur hidup.

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500