Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Pegunungan Kabupaten Puncak, Papua (19/04/2018). Foto: Antaranews

Tujuh Polisi Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa, Lolos Serangan KKB

Estimasi Baca:
Rabu, 1 Ags 2018 21:50:07 WIB

Kriminologi.id - Tujuh anggota Polres Puncak Jaya yang berhasil selamat atau lolos dari insiden penyerangan kelompok kriminal bersenjata atau KKB di Distrik Torea, saat melaksanakan pengamanan pilkada gubernur, 25 Juni 2018 lalu diberi kenaikan pangkat luar biasa atau KPLB.

Upacara kenaikan pangkat dipimpin Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli sesaat setelah apel pagi yang dipusatkan di Mapolda Papua di Jayapura, Rabu, 1 Agustus 2018.

Tujuh anggota Polres Puncak Jaya yang mendapatkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi yakni Bripka Yusup S. Toding, Bripka Mulyadi, Bripka Mathias A. Derin dan Bripka Stevanus Auparay.

Kemudian, Brigadir Petrus Zakeus Imbiri, Briptu Firmansyah dan Briptu Daniel Angser Tamunan.

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli dalam sambutannya mengatakan, KPLB diberikan tidak secara tiba tiba namun melalui proses administrasi dan penilaian pimpinan atas pengabdian dan dedikasi dalam bertugas yang dianggap melampaui panggilan tugasnya serta semangat berkorban.

KPLB bukanlah sekedar kebanggaan bagi penerimanya akan tetapi menjadi kebahagiaan keluarga sehingga diharapkan menjadi contoh motivasi dan sebagai inspirasi kepada anggota lainnya untuk berlomba-lomba meraih prestasi terbaik kepada institusi polri, masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam pengamanan pilkada di Distrik Torea telah mengakibatkan dua anggota polri meninggal sesaat setelah rombongan ditembaki KKB. 

"Kedua anggota itu adalah Iptu Jesajas H. Nussy dan Bripka R.O Kabarek," kata Irjen Pol Boy Rafli.

Boy menyebutkan Puncak Jaya merupakan salah satu daerah yang rawan konflik dengan separatis bersenjata sehingga diharapkan anggota bekerja baik dan profesional hingga pembangunan dan aktivitas di kawasan itu dapat berjalan dengan normal.

Selain menyebabkan dua anggota polri meninggal kasus penyerangan rombongan pengamanan pilkada gubernur juga menyebabkan Kepala Distrik Torea tewas tertembak.

Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500