Uang Jadi Biang Kerok Pembunuhan Berencana PNS Pamekasan di Pemakaman

Estimasi Baca :

Ilustrasi pembunuhan. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi pembunuhan. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Kasus pembunuhan berencana yang menimpa seorang pegawai negeri sipil atau PNS di Pamekasan pada 24 Januari 2018 akhirnya terungkap. Dalam kasus ini, petugas kepolisian dari Subdit III Jatanras Polda Jawa Timur telah menangkap empat orang tersangka usai melakukan penyelidikan selama dua bulan lamanya. 

“Empat tersangka yang ditangkap masing-masing berinisial NH selaku otak pembunuhan. Lalu, A sebagai eksekutor. Terkahir EE dan RH kedua orang yang membantu eksekutor,” kata Kasubdit III Jatanras, Polda Jawa Timur, Ajun Komisaris Besar Boby Paludin Tambunan di Mapolda Jatim Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 14 Maret 2018.

Baca: Peragakan 25 Adegan, Niat Bakar Kontrakan Berubah Aksi Pembunuhan

Boby menjelaskan, pembunuhan berencana oleh keempat pelaku bermula dari tersangka NH yang memiliki perjanjian kerja sama dengan korban untuk menggandakan uang. NH menjanjikan kepada korban bisa melipatgandakan uang. Karena tertarik, korban kemudian menginvestasikan uangnya sebesar Rp 200 juta. Sebagai ganjarannya, korban dijanjikan keuntungan sebesar Rp 2 miliar. 

“Setelah beberapa waktu, korban menagih janji ke tersangka, namun tersangka tidak mampu memenuhi dan mencari eksekutor untuk menghabisi nyawa korban," ujarnya.

Sebelum korban tewas dibunuh, kata Boby, tersangka NH pada awalnya berniat untuk menyantet korban. Namun, niat awal NH berubah. Dia justru berniat menghabisi nyawa korban. Saat terbersit niat itu, NH yang saat itu merasa terdesak akibat tak bisa memenuhi janjinya kemudian mencari eksekutor. Oleh rekannya, NH diperkenalkan kepada eksekutor A.

Baca: Bekas Luka Tusuk Ungkap Pembunuhan Berencana Bermodus Kecelakaan

"Satu minggu sebelumnya, salah satu tersangka membawa eksekutor ke Pamekasan diperkenelkan sebagai guru spiritual tujuannya hanya untuk mengenalkan wajah korban ke eksekutor supaya tidak salah sasaran," tuturnya.

Setelah diperlihatkan wajah korban kepada eksekutor, pembunuhan berencana akhirnya berlangsung di pemakaman umum di daerah Dusun Kaljen, Desa Dempo Timur, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Dalam aksinya, tersangka A dibantu oleh dua tersangka lainnya EE dan RH. 

Usai membunuh korban, pada 12 Maret 2018 keempat tersangka itu pun akhirnya tertangkap. Mereka tertangkap setelah piohak kepolisian yang melakukan penyelidikan menemukan barang kejahatan para tersangka. Setelah dilacak, petugas akhirnya menemukan tersangka dan menangkapnya.

Boby menjelaskan, selain menjadi eksekutor, tersangka A merupakan residivis pelaku perampokan. Dia sudah pernah divonis tiga kali dipenjara terkait masalah kejahatan kekerasan. 

Baca: Dua Kali Bunuh Orang, Petani Bayar Eksekutor Rp 10 Juta

Dari pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan barang bukti dari tersangka A yakni sebuah besi berbentuk L warna hitam dengan panjang 25 centimeter, sebuah baju batik warna cokelat kombinasi merah, sebuah peci warna hitam, sebuah jaket cokelat dan satu tas ransel warna abu-abu. 

Sementara dari tersangka EE, diamankan sebuah sepeda motor Honda Beat warna putih. Juga dari tersangka lain diamankan sebuah telepon genggam. Atas perbuatannya, keempatnya dijerat pasal 340 KUHP subsider pasal 339 KUHP lebih subsider pasal 338 KUHP lebih subsider pasal 351 ayat 3 KUHP jo pasal 55 KUHP dan atau pasal 56 KUHP. TD

Baca Selengkapnya

Home Hard News Umum Uang Jadi Biang Kerok Pembunuhan Berencana PNS Pamekasan di Pemakaman

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu