Steffy Burase usai diperiksa KPK. Foto: Dimeitri Marilyn/Kriminologi.id

Usai Diperiksa KPK, Steffy Burase: Doain Saja Aceh Marathon Sukses

Estimasi Baca:
Rabu, 1 Ags 2018 23:20:43 WIB

Kriminologi.id - Model cantik kelahiran Manado Fenny Steffy Burase usai menjalani pemeriksaan selama 11 jam di Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. 

Staf ahli Aceh Marathon 2018 itu memohon doa agar perhelatan akbar Aceh Marathon tetap berlangsung. Meskipun kegiatan olahraga itu terbelit kasus korupsi Dana Otonomi Khusus Aceh 2018.

"Doain saja Aceh Marathon sukses ya," kata Steffy Burase usai diperiksa di Gedung KPK, Rabu, 1 Agustus 2018.

Ia mengaku, pertanyaan penyidik KPK pada hari ini sama seperti awal mula dipanggil. Ia menyebut, pertanyaan masih seputar klarifikasi DOKA 2018.

"Cuma mengklarifikasi saja dari yang kemarin, mencocokkan dengan yang diusut...," ucap Steffy.

Wanita cantik yang sering disebut sebagai orang dekat Gubernur nonaktif Nangoroe Aceh Darussalam (NAD) Irwandi Yusuf itu mengaku sedikit lelah karena diperiksa selama 11 jam sejak tiba di KPK sekira Pukul 10.30 WIB.

"Iya saya capek sekali ya karena dari pagi ke malam," ujar Steffy Burase.

Pada kesempatan itu, Steffy membenarkan jika acara Aceh Marathon akan tertunda. Namun dia berharap program tersebut tidak dibatalkan lantaran memakai anggaran dari DOKA 2018.

"Kemungkinan (Aceh Marathon ditunda), tapi doakan jangan batal ya," ucap Steffy singkat.

KPK menetapkan Irwandi sebagai tersangka suap karena diduga menerima duit dari Bupati nonaktif Bener Meriah Ahmadi sebesar Rp 500 juta dari commitment fee Rp 1,5 miliar atau 10 persen. Duit itu diberikan demi mendapat ijon proyek infrastruktur yang menggunakan alokasi dana otonomi khusus atau otsus Aceh.

KPK menduga bagian 8 persen diperuntukkan bagi sejumlah pejabat di provinsi, sedangkan 2 persen di tingkat kabupaten. Sebagian dari duit suap Rp 500 juta itu diduga akan digunakan untuk kegiatan Aceh Marathon 2018.

Selain Ahmadi dan Irwandi, ada dua orang swasta lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri. 

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500