Plh Kabid Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan (30/08/2018). Foto: Facebook Taufik Gulo

Usia Tua, Tersangka Bidan Aborsi Tarif Rp 6 Juta di Medan Tak Ditahan

Estimasi Baca:
Kamis, 30 Ags 2018 10:55:00 WIB

Kriminologi.id - Bidan aborsi yang tertangkap di ruang praktiknya tidak menjalani penahanan meski telah ditetapkan sebagai tersangka. Alasan usia tua menjadi pertimbangan polisi tidak melakukan penahanan terhadap bidan pensiunan pegawai negeri sipil tersebut. 

Plh Kabid Humas Polda Sumut yang juga Kasubbid Penerangan Masyarakat, AKBP MP Nainggolan mengatakan bidan aborsi berinisial NFT alias T tidak ditahan.

"Tersangka usianya sudah tua jadi tidak ditahan," ujar AKBP MP Nainggolan, kepada Kriminologi.id, Kamis, 30 Agustus 2018. 

Nainggolan mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan lebih lanjut terkait kasus bidan aborsi yang ditangani Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Sumut itu.           

Sementara KFS alias Tika (21), kata Nainggolan, masih menjalani perawatan di rumah sakit. Tika mengalami gangguan usai menjalankan praktik aborsi di bidan tersebut. 

"Pasiennya itu masih diopname di rumah sakit. Kondisinya sakit, saya nggak tahu pasti karena mengkonsumsi obat atau tindakan lain," ujarnya.  

Bidan berinisial NFT alias T (69) dibekuk bersama KFS alias Tika (21) pasiennya yang hendak menggugurkan kandungan berusia 4 bulan.

Keduanya mendekam di Polda Sumut. Polisi menangkap bidan pensunan pegawai negeri sipil atau PNS yang sedang mengaborsi pasiennya di tempat praktik Jalan Sisimangaraja, Kelurahan Sitirejo, Kota Medan, Sumatera Utara. 

Dalam melakukan praktik aborsi, bidan tersebut memasang tarif untuk menggugurkan kandungan sebesar Rp 6 juta. Penangkapan ini bermula dari kecurigaan polisi terhadap tempat praktik aborsi.

Polisi kemudian mendatangi lokasi dan mendapatkan seorang wanita berusia 21 tahun yang menjadi pasiennya. 

"Keduanya ditangkap di rumah yang dicurigai jadi tempat praktik aborsi ilegal. Dalam rumah itu petugas menemukan NFT yang sedang melakukan tindakan medis terhadap seorang pasien, yakni KFS yg diketahui akan melakukan aborsi terhadap janinnya yang telah berusia 4 (empat) bulan di kandungan,” ujar Kanit 3 Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Sumut, Kompol Wira di Mapolda Sumut, seperti dilansir lumbungnews.com, Rabu, 29 Agustus 2018.   

Wira menambahkan dalam penangkapan ini, pihaknya mengamankan barang bukti uang Rp 5 juta serta peralatan yang diduga digunakan untuk kepentingan aborsi.Bidan aborsi dan Tika teah ditetapkan sebagai tersangka.

Kepada polisi, bidan NFT mengaku telah menjalankan praktik aborsi sejak tahun 2012. Diduga pelaku yang telah menjalani aborsi di tempat praktinya mencapai 5 pasien.

Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500