Usut Bocornya Data Pengguna, Facebook Indonesia Diperiksa Polisi Besok

Estimasi Baca :

Tribratanews.com - Kriminologi.id
Tribratanews.com
Perwakilan Facebook Indonesia hingga kini belum menyerahkan hasil auditnya kepada Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo).

Kriminologi.id - Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya akan segera memeriksa pihak Facebook Indonesia terkait kasus kebocoran data para penggunanya di Indonesia. Pihak Facebook akan dimintai keterangan terkait bocornya data user itu ke Cambridge Analytics. 

"Rencana besok ya, Rabu, 18 April 2018," katanya di Jakarta, Selasa, 17 April 2018.

Sementara pihak perwakilan Facebook Indonesia, Setyo menambahkan, hingga kini belum menyerahkan hasil auditnya kepada Pemerintah.

"Meski kebocoran data sudah hampir dua minggu berselang, ya kita tunggu saja besok," ucapnya.

Sebelumnya Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, kisruh adanya dugaan kebocoran data pribadi pengguna Facebook di Indonesia membuat pihak Polri dan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) sepakat untuk bekerja sama menangani masalah ini dengan serius. 

Sebab, kata Iqbal, ini bukan kali pertama jejaring sosial asal Amerika Serikat ini menimbulkan sejumlah kegaduhan. 

"Sebelumnya, kasus Rohingya di Myanmar yang juga dibenarkan oleh Facebook. Lalu, pertikaian antara umat Muslim dan Hindu di Srilanka menjadi semakin parah dengan adanya pemberitaan melalui Facebook," ujar Iqbal dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 16 April 2018.

Kendati demikian, Iqbal menambahkan, hingga saat ini penyidik kepolisian belum mengambil keterangan dari pengguna yang merasa datanya disalahgunakan. Untuk itu, ujar Iqbal, Polri mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan ke Dittipidsiber Bareskrim Polri.

"Bagi siapa pun yang menerima pemberitahuan langsung dari Facebook agar menjelaskan pengalaman pribadinya secara langsung sebagai saksi," ucapnya.

Dok. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi M. Iqbal. Foto: ist/Kriminologi.id
Dok. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi M. Iqbal. Foto: ist/Kriminologi.id

Terkait ada atau tidaknya dugaan tindak pidana dalam kasus itu, Iqbal menuturkan, hal itu sangat ditentukan adanya temuan fakta dan bukti yang ada di lapangan.

Sejauh ini, ujar Iqbal, penyidik berencana mengadakan pertemuan dengan perwakilan Facebook di Indonesia guna mendapati keterangan dan konfirmasi akan isu yang meresahkan masyarakat ini. 

Menurut dia, hal itu sesuai dengan fungsi Facebook sebagai media sosial yang dengan cepat dapat menyebarkan informasi tanpa batasan wilayah dan waktu. Sehingga Polri maupun Kemenkominfo turut mengkhawatirkan jika Facebook dijadikan alat utama demi kepentingan individu untuk melakukan perbuatan yang tidak bertanggung jawab.

"Misalnya, menyebar fitnah, pencemaran nama baik, provokasi, penyebaran hate speech (ujaran kebencian), hoaks, dan fakenews (berita bohong). Itu semua yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut mantan Kapolrestabes Surabaya itu, bentuk tindakan yang akan diberikan kepada Facebook masih dipertimbangkan Kemenkominfo selaku pihak regulator.

Jika Facebook dapat memenuhi standar yang berlaku sesuai norma, etika, dan adat istiadat yang ada di Indonesia, menurut dia, maka keberadaannya akan tetap terjamin di Indonesia. 

"Polri maupun Kemenkominfo bersama-sama mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta menjadi bagian pengawasan dari setiap informasi yang ada di media sosial Facebook," tuturnya. DM

Baca Selengkapnya

Home Hard News Umum Usut Bocornya Data Pengguna, Facebook Indonesia Diperiksa Polisi Besok

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu