Novel Baswedan (Antara)

Usut Kasus Novel, KPK Belum Bentuk Tim karena Masih Percaya Polisi

Estimasi Baca:
Selasa, 13 Feb 2018 17:35:42 WIB

Kriminologi.id - Sudah 10 bulan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Novel Baswedan, menjalani perawatan pascapenyiraman air keras ke mata sebelah kirinya pada 11 April 2017. Hingga kini kasus tersebut masih belum menunjukkan titik temu meski polisi telah menyebar sketsa dua pelaku penyiraman terhadap Novel usai salat Subuh di Mesjid Al Ikhlas, yang berjarak 200 meter dari kediamannya. 

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan banyak desakan dari berbagai organisasi seperti ICW, Kontras, YLBHI dan lembaga masyarakat lainnya maupun individu agar membentuk tim gabungan pencari fakta demi mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel. Termasuk juga permintaan organisasi-organisasi tersebut untuk meminta intervensi Presiden Jokowi untuk memecahkan kasus ini.

Baca: Laporkan Keberadaan Penyiram Novel, Polisi Terima 367 Telepon

"Kita masih percaya pada kinerja Polri. Komunikasi masih terus kami lakukan juga pada pimpinan. Kami juga mengapresiasi banyak pihak yang menyarankan membentuk TGPF. Tapi sampai sekarang kami rasa belum perlu. Untuk sementara menunggu proses pemulihan Mas Novel," kata Febri di Jakarta pada Selasa, 13 Februari 2018. 

Febri menjelaskan, dalam 10 bulan terakhir Novel selalu menjalani perawatan operasi untuk memperbaiki kondisi matanya. Saat ini, kondisi mata Novel Baswedan sudah menunjukkan kemajuan lantaran telah berhasil melakulan operasi perbaikan jaringan pada selaput mata kiri Novel yang dilakukan pada Senin, 12 Februari 2018. 

"Alhamdulillah saya sampaikan operasi itu terjadi dua hari lalu pada Senin 12 Februari 2018 sekira Pukul 17.00 waktu setempat. Kalau di Jakarta Pukul 19.00 WIB. Operasi ini bertujuan memperbaiki selaput jaringan pada mata Novel. Proses pemulihan selama sepekan," kata mantan aktivis ICW itu.

Baca: Sketsa Wajah Penyiram Novel, Kapolda: Insya Allah 90 Persen Benar

Setelah menjalani operasi selaput mata, kata Febri, pekan ini Novel akan kembali menjalani operasi untuk pemasangan artificial cornea. Hal ini dilakukan untuk memudarkan warna putih yang mendominasi mata sebelah kirinya. 

Meski kondisi Novel Baswedan terus menunjukkan perbaikan, Febri mengatakan, masih prihatin terhadap kasus ini. Pasalnya, sampai saat ini kasus penyiraman air keras terhadap Novel belum lagi menunjukkan kemajuan selama 10 bulan terakhir. 

"Pasti dari pihak KPK prihatin atas kejadian tersebut. Tentu ini juga yang membuat kecemasan bagi kami pegawai di KPK, karena bisa saja terjadi kembali. Apalagi ini rentang waktu usai kejadian sangat panjang sudah sepuluh bulan. Semoga penanganannya terus dilakukan," kata Febri.

Baca: Lawan Korupsi, Mahfud: Koruptor Aniaya Novel Lewat Tangan Tersembunyi

Seperti diketahui, Novel Baswedan sudah dirawat di Singapura sejak 12 April 2017. Sebelum dibawa ke Singapura, Novel pernah dirawat di dua rumah sakit berbeda. Pascakejadian 11 April 2017, Novel sempat dilarikan ke RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara. 

Di sana, Novel dirawat hanya dalam hitungan jam. Kemudian, pada hari yang sama Novel dipindahkan ke Rumah Sakit Jakarta Eye Center di Cikini, Jakarta Pusat. Merasa tak ada perubahan signifikan, keluarga memutuskan Novel untuk dirawat di salah satu rumah sakit di Singapura. TD

Reporter: Dimeitri Marilyn
Penulis: Tito Dirhantoro
KOMENTAR
500/500