Video viral satpam diduga di pusat perbelanjaan di Tanah Abang minta uang sewa lahan ke pemilik toko. Foto: Ist/Kriminologi.id

Video Diduga Satpam Minta Uang Sewa Lahan, Polisi: Sudah Berdamai

Estimasi Baca:
Senin, 27 Ags 2018 23:55:04 WIB

Kriminologi.id - Seorang pemilik toko olaharga di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat beradu mulut dengan petugas sekuriti setempat, diduga karena soal uang sewa lahan. Perdebatan itu viral di media sosial.

Insiden itu terjadi pada Jumat, 24 Agustus 2018, tepat di depan toko Keyshar milik seorang penyewa bernama Tanto. Toko Keyshar terletak di Blok B lantai 2 Los F Nomor 23 sampai dengan 27.

Kapolsek Mertro Tanah Abang, AKBP Lukman Cahyono mengatakan, perdebatan yang terjadi di dalam video bukanlah soal uang sewa lahan. Menurut dia, satpam Tanah Abang dan Tanto berdebat soal barang dagangan yang dipajang tak sesuai aturan manajamen Pasar Tanah Abang.

Menurut Lukman, untuk mengklarifikasi perdebatan di yang viral di media sosial itu, kedua belah pihak sudah melakukan pertemuan hari ini. Dari pihak satpam Tanah Abang, pertemuan diwakili Iman selaku Manajer Operasional

Lebih lanjut dalam pertemuan tersebut, kata Lukman, Tanto mengaku salah karena barang daganganya dipajang di luar toko karena telah melanggar peraturan manajamen pasar yang berlaku. Atas dasar itu juga para sekuriti menegur Tanto hingga akhirnya terjadi cekcok mulut di antara mereka pada Jumat lalu.

"Tanto menyadari bahwa ada perlengkapan tokonya yang diletakkan tidak sesuai peraturan manajemen Pasar Blok B dan saudara Tanto mengakui kesalahan serta bersedia memperbaiki," ujar Lukman di Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018.

Di lain pihak, pengelola pasar Tanah Abang dan sekuriti mengaku salah karena anak buahnya terkesan arogan kepada pedagang dalam menjalankan tugas.

"Demikian juga dengan pihak Chief Security bersedia introspeksi dan memperbaiki kinerja anggota sekuriti agar lebih humanis dan tidak arogan dalam kegiatan penertiban," ujarnya.

Pada akhirnya, kata Lukman, kasus ini pun tidak dilanjutkan ke ranah hukum dan kedua belah pihak sepakat untuk berdamai.

"Kesepakatan perdamaian dituangkan dalam surat perdamaian yang ditandatangani kedua belah pihak," tutur Lukman.

Reporter: Walda Marison
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500