Dok. Walikota Ronda Cebu, Filipina, Mariano Blanco, Foto: Facebook Blanco Mariano III

Wali Kota di Filipina Tewas Ditembak, 'Musuh' Presiden Duterte

Estimasi Baca:
Rabu, 5 Sep 2018 17:55:54 WIB

Kriminologi.id - Wali Kota Ronda Cebu, Filipina, Mariano Blanco tewas setelah ditembak orang tak dikenal, Rabu, 5 September 2018 pagi di dalam kantornya. Sejauh ini polisi masih menyelidiki pelaku termasuk motif penembakan.

Menurut kepala polisi Ronda, Senior Inspektur JR Palcon, Blanco berada di kantornya sekitar pukul 01:30 pagi pada hari kejadian ketika 4 pria tidak dikenal datang dan menembaknya. Blanco dinyatakan tewas setelah tiba di rumah sakit.

Dok. Walikota Ronda Cebu, Filipina, Mariano Blanco tewas ditembak, Foto: Facebook The Feeman
Dok. Walikota Ronda Cebu, Filipina, Mariano Blanco tewas ditembak, Foto: Facebook The Feeman

Dilaporkan philstar.com, Blanco adalah wali kota kesebelas yang ditembak mati di bawah rezim Presiden Rodrigo Duterte, menyusul Jenderal Tinio Mayor Ferdinand Bote yang ditembak mati pada Juli.

Wali Kota Ronda adalah salah satu pejabat pemerintah setempat. Presiden Rodrigo Duterte sebelumnya mengaitkan Blanco dengan perdagangan narkoba ilegal. Pada tahun lalu, Blanco dicabut kekuasaannya karena diduga terlibat dalam obat-obatan terlarang.

Pada April 2017, Blanco dan pemimpin lokal Ronda lainnya dituduh korupsi karena gagal mengunggah undangan untuk mengajukan tawaran terkait 15 proyek pada Sistem Pengadaan Elektronik Pemerintah Filipina dari 2012 hingga 2013.

Dok. Walikota Ronda Cebu, Filipina, Mariano Blanco tewas ditembak, Foto: Facebook The Feeman
Dok. Walikota Ronda Cebu, Filipina, Mariano Blanco tewas ditembak, Foto: Facebook The Feeman

Diberitakan Rappler, menurut Palcon, Blanco tidur di dalam balai kota karena tempat tinggalnya jauh. Dia seharusnya sudah tidur di dalam kantornya untuk sementara waktu.

Palcon mengatakan, mereka masih memproses tempat kejadian perkara. Ia menambahkan, pihaknya sudah memeriksa saksi-saksi yang bisa mengarah pada penyelidikan lebih lanjut.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500