Luka sayatan di lengan Salma, korban penyekapan dan perampokan di Kemayoran (10/09/2018). Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Wanita Korban Perampokan Kemayoran Temukan Masker Milik Pelaku

Estimasi Baca:
Senin, 10 Sep 2018 18:30:41 WIB

Kriminologi.id - Dua perampok yang menyekap Salma Nabila (20) di Jalan Berlian III, Kelurahan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, meninggalkan masker yang dipakainya dalam menjalankan aksi. Menurut Salma sosok pelaku seperti anak muda yang kerap nongkrong di pinggir jalan.

Menurut Salma saat ditemui di rumahnya, Selasa 10 Agustus 2018, masker yang dipakai salah satu pelaku tertinggal di lantai rumahnya usai merampok.

"Itu ada maskernya yang ketinggalan. Maskernya sudah dibawa polisi jadi barang bukti," ujar Salma.

Lebih lanjut menurut pengakuan Salma, dirinya tidak mengenali wajah pria itu. Salma juga tidak mengingat secara detil perawakan kedua pelaku.

"Yang Salma ingat satu orang kurus tinggi, satu lagi pendek dan agak dekil. Mereka kaya anak-anak muda yang suka nongkrong malam-malam gak jelas gitu," kata Salma.

Menurut Salma, peristiwa perampokan itu berawal pada Minggu, 9 September 2018, sekitar pukul 01.20 WIB. Saat itu dirinya sedang tertidur sehabis pulang kerja. 

Lampu rumahnya yang saat itu menyala tiba-tiba mati untuk beberapa menit. Salma pun bangung dan tidak menaruh curiga. Saat lampu menyala kembali, pintu depan langsung didobrak oleh dua orang yang belum diketahui identitasnya.

Salah satu pelaku menyekap Salma dan pelaku yang lain mengacungkan golok dan mengancam Salma agar tidak teriak. Salma pun sempat memberontak dengan menggigit tangan pelaku. 

Namun hal itu tidak cukup kuat untuk membebaskan dirinya dari bekapan pelaku. Salma bahkan sempat dianiaya dan mengalami luka di bagian pelipis serta kening. Tangan Salma juga mengalami luka goresan senjata tajam.

Dalam aksi itu, kedua pelaku menggasak satu buah telepon genggam milik Salma dan dompet berisi Rp 70 ribu. Sampai saat ini, aparat Polsek Kemayoran masih melalukan penyelidikan kasus ini guna menangkap para pelaku.

Reporter: Walda Marison
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500