Sandiaga Uno usai diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan tanah di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, (30/01/2018).

Wanita Sopir Ojek Online Pukul Warga, Sandiaga: Proses Hukum Pelaku

Estimasi Baca:
Rabu, 8 Ags 2018 22:00:44 WIB

Kriminologi.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan tak ada toleransi terhadap pelaku pemukulan yang dilakukan pengemudi ojek online terhadap warga. Meski pelaku merupakan seorang perempuan, Sandiaga menyebut proses hukum harus dilakukan kepada siapa pun yang melakukan kekerasan.

"Kita akan sampaikan bahwa layanan kepada masyarakat harus diutamakan. Mestinya kita tidak bisa memberikan toleransi sedikit pun juga, tindak kekerasan terhadap masyarakat," kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018.

Sebuah video memperlihatkan seorang pengemudi ojol wanita memukul seorang pejalan kaki di Jalan Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi. Video itu viral di media sosial, Selasa, 7 Agustus 2018 kemarin.

Awalnya, seorang pejalan kaki bernama Alif menegur pengemudi tersebut. Pengemudi wanita tersebut langsung membuka helm dan berbicara dengan nada tinggi.

Perdebatan terus berlanjut hingga akhirnya wanita tersebut turun dari motornya dan memukul Alif dengan tangan dan helmnya.

Sandiaga mengatakan, salah satu poin yang akan diangkat dalam menertibkan para pengemudi ojek online dari berbagai perusahaan tentunya. Ada dua yang besar perusahaan yakni Grab dan Gojek. 

"Saya sudah mendapat konfirmasi, sebelumnya kita nanti akan tegaskan di rapat bahwa pengemudi itu sudah ditindak tegas," katanya.

Sandiaga juga menyentil trotoar yang sudah diperluas. Dia mengatakan, warga yang mengendarai sepeda motornya di atas trotoar akan ditindak tegas.

"Kita akan pastikan mereka mengerti bahwa trotoar itu hukumannya sangat tegas bahwa mereka kalau melanggar akan diberikan sanksi yang sesuai dengan ketentuan," kata Sandiaga.

"Yah mungkin salah satunya dicabut bannya atau diangkat sekaligus motornya suruh dia jalan kaki. Push up itu enggak represif, kurang. Atau kalau motornya diambil atau didenda Rp 500 ribu atau Rp 1 juta akan berasa," imbuh Sandiaga.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500