Bos penambang emas tertangkap. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Warga Cina Dideportasi, Ditangkap di Lokasi Penambangan Emas Ilegal

Estimasi Baca:
Kamis, 17 Mei 2018 23:00:09 WIB

Kriminologi.id - Imigrasi Kelas II Palu mendeportasi Huang Liang (40), penambang emas ilegal asing asal Cina. Selain dideportasi, ia juga dicekal masuk ke wilayah Indonesia untuk waktu yang terlah ditentukan.

"Warga Tirai Bambu itu akan kami deportasi dari Palu, besok, 18 Mei 2018," kata Kepala Imigrasi Kelas II Palu, Suparman di Palu, Kamis, 17 Mei 2018.

Sebelumnya, petugas Kodim dan Imigrasi Palu menangkap Huang di Desa Kayuboko, Kabupaten Parigi Muotong yang merupakan lokasi penambangan emas ilegal di daerah itu. Penangkapan terhadap Huang terjadi pada Sabtu, 12 Mei 2018.

Setelah ditangkap, Huang kemudian dibawa ke Kota Palu dan menjalani karantina di ruang detensi Kantor Imigrasi Palu. Dalam pemeriksaan petugas, Huang mengaku bersama seorang seorang rekan senegaranya.

"Saat kami tangkap, rekannya berhasil kabur dan diperkirakan dia sudah pulang ke negaranya," kata Suparman.

Suparman menjelaskan, selama ini, Huang memiliki dokumen paspor dan visa kunjungan, bukan visa untuk bekerja. Atas pelanggarannya itu, selain deportasi, pihaknya juga mengusulkan agar Huang dicekal masuk kembali ke Indonesia.

Sementara itu, satu warga negara asal Filipina bernama Ulnarion M Capitan, seorang nelayan yang terdampar di Kabupaten Tolitoli pada April 2018 belum diketahui kapan jadwal deportasinya. 

Pihak imigrasi masih menunggu tiket dari konsulat Filipina. Rencananya, kata Suparman, warga Filipina itu akan dideportasi bersamaan dengan Huang. 

"Sampai hari ini, tiket WNA Filipina itu belum juga tiba. Konsulat Filipina sudah bersedia membiayai transportasi pulang warga negaranya. Kami berharap pekan ini yang bersangkutan sudah bisa kami deportasi," ujar Suparman.

Berdasarkan pemeriksaan petugas diketahui, Ulnarion adalah nelayan Filipina yang sedang mencari ikan di Perairan Filipina. Ia menggunakan perahu motor untuk memancing ikan.

Kala itu, mesin perahu motornya mati dan perahu terombang ambing gelombang hingga akhirnya terdampar di Perairan Tolitoli, Sulawesi Tengah. 

KOMENTAR
500/500