Korban luka akibat gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat dirawat di tenda (06/08/2018) Foto: Twitter Sutopo Purwo Nugroho

Warga Korban Gempa Lombok Pilih Tidur di Lapangan, Takut Gempa Susulan

Estimasi Baca:
Senin, 6 Ags 2018 10:00:30 WIB

Kriminologi.id - Warga korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat atau NTB memilih tidur di luar rumah karena khawatir terjadi gempa susulan. 

Masyarakat lebih banyak tidur di halaman, atau lapangan yang relatif lebih aman. Demikian dikatakan Menteri Koodinator Politik, Hukum dan Keamanan atau Menko Polhukam Wiranto dalam Breaking News Kompas TV, Senin, 6 Agustus 2018. 

"Masyarakat pada takut tidur di rumah, mereka bergelimpangan di luar. Sehingga butuh  bantuan tenda yang sangat banyak," ujar Wiranto. 

Wiranto menjelaskan lokasi paling parah itu terdapat di Lombok Utara, termasuk Gili Trawangan. Di lokasi itu, berdasarkan laporan yang diterima dari Kepala BNPB, masih ada rumah dan bangunan roboh yang tertimbun. 

Sehingga, kata dia, dirinya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk segera mengirimkan alat berat yang dibutuhkan guna mengangkat bangunan reruntuhan tersebut. 

Selain itu, Wiranto juga mengatakan TNI akan mengerahkan kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso (990), ke Lombok, Nusa Tenggara Barat dan mengerahkan batalion kesehatan dari Batalion Kesehatan 1/Kostrad dan Batalion Kesehatan 2/Marinir. 

Rencananya, Senin, 6 Agustus 2018 pukul 11.00 WIB, kapal tersebut akan berangkat dari Jakarta menuju Lombok yang  membutuhkan waktu dua hari. 

"Nantinya pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan dan cadangan di sana bisa segera mendapatkan penanganan maksimal di kapal rumah sakit itu," ujarnya. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD mengatakan data sementara jumlah korban meninggal dunia dari gempa bumi Lombok, Nusa Tenggara Barat sebanyak 82 orang. 

Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh, kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Senin, 6 Agustus 2018 dini hari.

Sutopo menyebut daerah terparah akibat gempa itu adalah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram.

Selain itu ada ratusan korban yang luka-luka dan kebanyakan dirawat di luar Puskesmas dan luar rumah sakit karena kondisi bangunan yang rusak dan kekhawatiran akan gempa susulan.

Reporter: Syahrul Munir
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500