Ahmad Alamudi, jurnalis yang diduga diculik. Foto: Ist/Kriminologi.id

Wartawan Surabaya Diduga Diculik, Ibu Kandung Ungkap Firasat Aneh

Estimasi Baca:
Kamis, 6 Sep 2018 18:10:07 WIB

Kriminologi.id - Ahmad Alamudi, seorang jurnalis media lokal di Surabaya, Jawa Timur, diduga hilang diculik sejak tanggal 1 September 2018. Amirul Mukminin, ibu kandung Alamudi mengaku memiliki firasat aneh sebelum anaknya dikabarkan hilang. Polisi tengah melakukan penyelidikan setelah mendapat laporan resmi dari Agustina, istri Alamudi.

Amirul Mukminin mengaku mendapatkan firasat sebelum anaknya hilang. Saat tengah salat di masjid, Senin, 3 September malam, tiba-tiba dia mengaku ingin cepat-cepat pulang. Saat tiba di rumahnya, ia mendapati menantunya Agustina dan teman-teman anaknya.

"Saya ini salat Maghrib sampai Isya’, biasanya saya setelah salat wiridan, tapi gak tau tiba-tiba perut saya sakit. Saya heran biasanya gak seperti ini, nggak taunya di rumah sudah banyak orang, ada istrinya Ahmad anaknya sama temennya wartawan Memo itu," kata Amirul di Surabaya, Kamis, 6 September 2018, seperti dikutip beritajatim.com.

Setelah bersalaman dengan menantunya, Amirul mendapatkan cerita bahwa Alamudi dikabarkan tak pulang-pulang. Padahal, Ahmad Alamudi biasanya gampang dihubungi, tapi selama 3 hari ini susah dihubungi. Sebagai orang tua ia merasa khawatir dengan anaknya.

"Saya khawatir anak saya ini disekap atau pergi sendiri," tuturnya dengan nada sedih.

Wanita itu mengatakan belum mengetahui kabar terakhir keberadaan Alamudi. Pihak keluarga juga berusaha mencari Alamudi, terutama suaminya hingga keluar kota

"Ayahnya sekarang keluar mencari," tutur Amirul.

Menurut Agustina, istri Alamudi, dia sudah melaporkan kasus kehilangan suaminya ke Polsek Sukomanunggal Surabaya. Agustina menduga suaminya menjadi korban penculikan. Suaminya hilang saat diajak kepala bironya bernama Ridwan menemui seseorang di suatu tempat.

Laporan Agustina di Polsek Sukomanunggal pada hari Selasa tanggal 4 September 2018, SKET/3009/IX/2018/Restabes Sby/Sek Skm tertanggal 04 September 2018 pukul 21.00 WIB.

Agustina berharap, suaminya bisa ditemukan dengan selamat, karena sempat dihubungi ke ponselnya sempat nyambung namun tak ada suara, selanjutnya tidak bisa dihubungi, begitupun dengan nomor ponsel kepala bironya juga tidak bisa dihubungi.

KOMENTAR
500/500