Ilustrasi foto: pixabay

Buku dan Indekos, Lokasi Favorit Penyimpanan Sabu-sabu

Estimasi Baca:
Senin, 16 Okt 2017 05:05:33 WIB

Kriminologi.id - Aparat Polda Metro Jaya membekuk tiga orang pengedar narkotika jenis sabu-sabu. Dari tangan ketiga tersangka didapat 1.766,63 gram sabu-sabu yang disinyalir terkait jaringan peredaran narkotika Malaysia-Indonesia.

Ketiga tersangka yakni seorang ibu rumah tangga berinisial EMR alias Ria, Dodi alias LT dan Agus alias Ambon. Untuk mengelabui petugas, pelaku menggunakan buku novel yang telah dilubangi di bagian tengahnya. EMR dan Dodi ditangkap di kawasan Jalan TB Simatupang, Susukan, Ciracas, Jakarta Timur usai turun dari taksi, Rabu, 4 Oktober 2017. 

Satu tersangka yakni Agus disinyalir sebagai pemasok narkoba. Agus digelandang polisi dari tempat indekosnya di Jalan Dwi Warna, Jakarta Pusat.

Polisi enggan menyebutkan lokasi persis tempat indekos yang dihuni Agus di Jalan Dwi Warna, Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Kriminologi mencoba menelusuri keberadaan indekos tersangka di kawasan yang dikenal banyak dipenuhi tempat indekos itu.

BACA: 10 Modus Selundup Sabu-sabu di Indonesia, Album Foto hingga Novel

Jalan Dwi Warna sendiri berada di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Sebelah utara wilayah tersebut berbatasan dengan Kelurahan Mangga Dua Selatan dan Jalan Mangga Besar sebagai pemisahnya. Sementara sebelah timur kawasan itu berbatasan dengan Kelurahan Kartini. Untuk mengakses Jalan Dwi Warna, bisa melalui Jalan Mangga Besar ataupun melalui Jalan Taman Sari Raya.

Berada di jantung pusat Kota Jakarta, saat menyusuri kawasan ini, Kriminologi disuguhkan beragam tempat indekos dengan berbagai kelas. Di sepanjang jalan itu tak kurang belasan indekos dengan harganya bevariasi mulai dari Rp 900 ribu hingga jutaan rupiah.

Bangunan mulai dari rumah hingga gedung bertingkat yang disulap menjadi rumah huni sementara. Menjamurnya tempat indekos ini, hampir bisa dipastikan akibat banyaknya kawasan perkantoran, kawasan hiburan dan kawasan perniagaan yang ada di sekitarnya.

Sejumlah kasus penyalahgunaan narkoba tercatat pernah menghiasi kawasan padat dengan luas kelurahan yang mencapai 52 hektar ini. Kebanyakan dari penggerebekan para tersangka penyalahgunaan narkoba itu dilakukan di lokasi indekos.

BACA: 3 Fakta di Balik Selundup Sabu-sabu dalam Novel

Salah seorang anggota Pelindung Masyarakat atau Linmas RW 09, Usman mengatakan, kawasan tersebut memang kerap kali menjadi target operasi polisi dalam memberantas peredaran narkotika.

"Di sini mah banyak rumah kos yang digerebek," kata Usman kepada Kriminologi di sekitar Jalan Dwi Warna, Minggu, 15 Oktober 2017.

Ucapan Usman bukan gurauan, namun Usman mengaku tak mengetahui adanya penggerebekan yang dilakukan aparat Polda Metro Jaya terhadap salah seorang penghuni indekos di kawasan tersebut pada Rabu, 4 Oktober 2017 lalu.

"Saya hari Rabu jaga malam tapi enggak ada penggerebekan. Kalo memang ada pasti ada kabar-kabar tapi ini enggak ada," ucap Usman.

BACA: Sabu-sabu 1,7 Kg dalam Novel Diduga Asal Malaysia

Dalam catatan Kriminologi, pada 2015, Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, menangkap seorang berinisial NS atau yang biasa disapa Kentung. Polisi mencokok tersangka NS karena mengedarkan dan menyalahgunakan narkotika jenis sabu-sabu di rumahnya di Jalan Dwi Warna C, Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin, 23 Februari 2015. 

Dari tangan Kentung, polisi menyita 37 gram sabu-sabu. Untuk menghindari endusan polisi, Kentung menyembunyikan sabu-sabu tersebut di jendela rumah miliknya. Namun Kentung ternyata tak untung, ia harus mendekam di sel tahanan.

Selain Kentung, masih di kawasan Jalan Dwi Warna, Sawah Besar tersebut Polsek Metro Sawah Besar, meringkus tiga orang karena diduga memiliki narkoba jenis ganja. Bahkan, salah salah seorang mereka adalah pelajar.

Tiga orang tersebut ditangkap di sebuah kamar indekos di Jalan Dwi Warna Gang II, Kelurahan Kartini, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Januari 2014, sekitar pukul 2.30 WIB. Ketiga tersangka yang ditangkap di antaranya LNY, SN, dan ADW, seorang yang berstatus pelajar kelas II SMP berusia 16 tahun. 

BACA: Tak Jera 7 Kali Selipkan Sabu-sabu di Buku Novel, Ria Dijerat

Lain lagi yang terjadi pada seorang pria berinisial EB. Ia ditangkap Satuan Narkoba Polres Jakarta Selatan karena memakai ekstasi. Saat penggeledahan di kamar indekosnya, ditemukan narkoba dalam keranjang baju.

Penangkapan EB dilakukan di Jalan Dwi Warna, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Senin, 8 Oktober 2012 pukul 18.00 WIB.
Dari catatan tersebut, menjamurnya indekos di kawasan ini menunjukkan kerap disalahgunakan sebagai tempat transit para pengedar sebelum mendistribusikan kepada penggunanya.

Dalam penelusuran Kriminologi di kawasan ini, Romli yang juga merupakan anggota Linmas RW 10 Kelurahan Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, mengaku tak mengetahui adanya penggerebekan di malam itu. 

Menurutnya, suasana malam pada hari Rabu, 4 Oktober 2017, itu berlangsung kondusif tanpa adanya keributan.

"Tidak ada mas, normal-normal aja seperti biasa," kata Romli. 

Meskipun begitu, kawasan ini menjadi perhatian bagi pihak kepolisian terhadap peredaran barang haram narkoba karena banyaknya kawasan indekos.

Hasil Penelitian Badan Narkotika Nasional tentang Survei Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba pada Kelompok Pekerja di 33 Provinsi di Indonesia Tahun 2012, menyatakan hasil estimasi penyalahguna narkoba di Indonesia diperkirakan sekitar 3,7 juta sampai 4,7 juta orang di tahun 2011.

Dari jumlah itu, jumlah pekerja yang menyalahgunakan narkoba bagi mereka yang indekos diperkirakan sekitar 963 ribu sampai 1 juta orang.

Sementara dari sisi angka prevalensi atau jumlah orang dalam populasi, pekerja berada di urutan keempat setelah wanita pekerja seks, anak jalanan dan pelajar. Pekerja yang indekos prevalensinya lebih tinggi yakni 6,8 persen dibandingkan pekerja yang tidak tinggal di tempat indekos yang hanya 2,1 persen.

Hunian indekos, asrama, mes, atau barak menjadi tempat tinggal yang paling banyak ditemukan penyalahguna narkoba, namun indikasi mereka yang tinggal di apartemen menunjukkan angka penyalahgunaan narkoba yang tinggi baik pada laki-laki maupun perempuan terutama di tahun 2012, walaupun secara sampel angkanya tidak terlalu besar. RA | AS

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500