Kriminologi

10 Modus Selundup Sabu-sabu di Indonesia, Album Foto hingga Novel

Estimasi Baca:
Minggu, 15 Okt 2017 11:07:33 WIB

Kriminologi.id - Kepolisian kembali menangkap tiga pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Kali ini, polisi menyita sebanyak 1.766,63 gram sabu-sabu yang diduga dari jaringan Malaysia. Modus pelaku dalam melancarkan peredaran barang haram itu dengan menggunakan buku novel yang telah dilubangi di bagian tengahnya.

Sabu-sabu itu lebih dulu disisipkan ke bekas bungkusan pembersih wajah atau bekas bungkus sabun mandi untuk mengelabui petugas. Indikasi kuat sabu-sabu ini berasal dari negeri jiran karena tiga buku yang ditemukan di Rumah kontrakan Ria di Jalan Haji Musa, Jatimurni, Bekasi, Jawa Barat, itu terkait pengemasan.

“Narkoba ini diduga kuat dari Malaysia. Karena pengemasan (diduga juga) di sana. Kami akan dalami sudah ada petunjuk,” kata Kepala Subdirektorat I Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Jean Calvin Simanjuntak di kantronya, Sabtu, 14 Oktober 2017.

BACA: Ibu Rumah Tangga Otak Peredaran Sabu-sabu 1,7 Kg dalam Novel

Sabu-sabu itu, dibungkus menjadi 19 bagian di dalam 3 buku novel berjudul Shadowhunter Academy.

Berbagai cara dilakukan pelaku penyelundupan narkoba untuk mengelabui polisi agar barang perusak anak bangsa itu bisa masuk ke Indonesia. Kriminologi merangkum sejumlah modus yang digunakan pelaku narkoba untuk menghindari endusan polisi.

1.    Dalam Album Foto Prawedding

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bekerja sama dengan Direktorat Bea dan Cukai menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 2,240 kg. Sabu-sabu tersebut diselipkan dalam album foto prawedding. Album foto itu kemudian dililitkan dalam celan jin dan dimasukkan ke dalam kardus.

Pelaku Wong Nam Keung yang merupakan pria asal Hong Kong, menerima sabu-sabu tersebut di Kantor Pos Surabaya. Wong mengaku berangkat dari Hongkong menuju Surabaya dengan pesawat Cathay Pacific CX7x1 pada 2 Mei 2014. Sementara di Surabaya, Wong menginap di Hotel Novotel. 

BACA: Sabu-sabu 1,7 Kg dalam Novel Diduga Asal Malaysia

Empat hari kemudian petugas Bea dan Cukai Kantor Pos Pasar Baru, Jakarta Pusat, menerima lipahan paket nomor CP273774761CN yang dikirim dari Tiongkok. Paket tersebut dikirim kepada seseorang dengan menggunakan tulisan Tiongkok dan ditujukan kepada Wong yang tengah menginap di hotel tersebut.

2. Dalam krim kosmetik 

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menggagalkan penyelundupan sabu-sabu di Terminal 2D Kedatangan Bandara Soekarno-Hatta, Jumat, 5 September 2014. Seorang warga negara Indonesia berinisial MD ditangkap usai menumpang pesawat Malaysia Airlines MH 717. Ia membawa 5,046 kg sabu-sabu yang disembunyikan dalam bentuk 631 krim kosmetik.

BACA: Honor Kirim Sabu-Sabu dalam Novel Rp 600 Ribu hingga Rp 1 Juta

3. Dalam paket Sandal

Masih pada hari yang sama, yang merupakan rangkaian penggagalan penyelundupan narkoba, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai  menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 812 gram yang disembunyikan dalam 4 pasang sandal. 

Petugas mendapati sabu-sabu tersebut di sebuah gudang perusahaan jasa titipan di Bandara Soekarno-Hatta. Barang haram itu rencananya akan dikirim ke kawasan Pluit, Jakarta Utara.

4. Dalam Lilin

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, pada Minggu, 7 September 2014 juga menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 228 gram yang disembunyikan dalam 2 buah lilin. Sabu-sabu tersebut disita di Kantor Pos Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 11.00 WB.  

BACA: 3 Fakta di Balik Selundup Sabu-sabu dalam Novel

Sabu-sabu jaringan internasional yang berasal dari Thailand itu rencananya akan dikirim ke daerah Ciledug, Tangerang, Provinsi Banten.  

5. Dalam Ban Sepeda

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, kembali menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 1,48 kilogram. Sabu-sabu tersebut disembunyikan dalam 2 buah ban sepeda yang disimpan di sebuah gudang perusahaan jasa titipan di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat, 12 September  2014, sekitar pukul 13.00 WIB. 

Sabu-sabu tersebut tercatat berasal dari India. Rencananya barang haram itu akan dikirim ke daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Sabu itu sendiri nilainya ditaksir seharga Rp 1,9 miliar.

6. Dalam Tabung Filter Air

Badan Narkotika Nasional atau BNN bersama Dirjen Bea dan Cukai menyita sabu-sabu sebanyak 270,22 kg. Modus pelaku menyimpan sabu-sabu tersebut dalam 45 kardus yang berisi enam tabung filter. Barang haram itu disimpan di sebuah pergudangan di daerah Dumai, Riau.

Untuk menyamarkan barang haram itu, pelaku membagi tiap satu hingga dua kilogram dalam tangki air, alat filter air, dan kompresor.

Dari penyitaan itu 14 Oktober 2015, dua orang tersangka yakni Jimmy Saputra yang bertugas sebagai kurir dan Lukmansyah sebagai pengendali, ditangkap petugas.

7. Dalam Tabung Pompa Air

Modus lainnya dalam melancarkan aksi penyebaran sabu-sabu ke tanah air, pelaku menyelundupkan sabu-sabu di dalam pompa air. Sabu-sabu tersebut dimasukkan ke dalam tabung pompa air dan dikirim melalui jasa ekspedisi, 24 September 2016.

Polisi Resor Jakarta Barat yang mengungkap kasus itu juga menangkap warga negara Taiwan  berinisial JKY dengan menyita 6,2 kilogram sabu asal Cina. Polisi meyakini sabu-sabu tersebut memiliki kualitas tinggi.

8. Dalam Alat Selam

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri juga menggagalkan penyelundupan sabu-sabu sebeat 14,1 kg yang disembunyikan di dalam tabung alat selam. Paket tersebut dikirim melalui jasa pengiriman ekspedisi jalur laut, 18 April 2016.

Pengungkapan itu berawal ketika polisi mendapati informasi pengiriman paket 2 tabung selam dari Tiongkok. Polisi kemudian melakukan pengecekan ke salah satu alamat tujuan di apartemen kawasan Jakarta Barat. Polisi meringkus Lee Chun Wei. 
Di tempat lain polisi mengamankan satu tersangka yakni Sioa Zheng Long dan didapati 12,1 kg paket sabu berserta 5 buah tabung selam dan timbangan. 

9. Dalam Paket Ikan Asin

Polres Pelabuhan Tanjung Priok kembali mengungkap modus berbeda dalam penyelundupan sabu-sabu, pelaku menyelundupkan 20 kg sabu-sabu di Terminal Penumpang Pelindo II Tanjung Priok, Jakarta utara di dalam paket ikan asin, Rabu, 4 Oktober 2017. 

Pelaku menyelipkan 20 kilogram sabu-sabu di antara tumpukan ikan asin agar baunya tersamarkan. Petugas menemukan 20 plastik besar narkotika jenis sabu di dalam 10 koli ikan asin. Polisi masih mengejar tiga tersangka yakni dua warga negara Malaysia dan dua warga negara Indonesia. 

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500