25 Anak Jadi Korban Sodomi Guru Honorer SD di Tangerang

Estimasi Baca :

Kasus pedofilia korban 25 anak di Tangerang. Foto: Ist/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Tersangka kasus pedofilia 25 anak memakai baju tahanan, Foto: Ist/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Seorang guru honorer SD bernama Wawan Sutiono alias Babeh (49) diringkus petugas Sat Reskrim Polresta Tangerang setelah menyodomi 25 bocah laki-laki yang rata-rata berusia 10-15 tahun, di Tangerang, Banten. Para bocah lugu itu disodomi dengan iming-iming mendapat ilmu ajian semar mesem.

"Peristiwa itu berawal di Kampung Sakem, Desa Tamiang pada bulan April 2017. Saat itu, istri tersangka sudah 3 bulan menjadi TKW di Malaysia," kata Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol H.M. Sabilul Alif, Kamis, 4 Januari 2018.

Menurut keterangan tersangka, anak-anak sering mendatangi dirinya di gubuk yang didirikan tersangka. Kedatangan para bocah itu karena menganggap tersangka memiliki ajian semar mesem dan bisa mengobati orang sakit.

Baca: Murid SD Korban Sodomi di Tasikmalaya Dijanjikan Layang-Layang

Anak-anak itu kemudian meminta ajian semar mesem kepada Wawan yang bersedia memberikan ajian semar mesem, dengan syarat sejumlah uang. Namun, para korban tidak dapat memenuhi persyaratan uang yang diajukan oleh tersangka.

Tempat kasus pedofilia korban 25 anak di Tangerang. Foto: Ist/Kriminologi.id

Kemudian tersangka memberikan syarat lain kepada anak-anak polos tersebut, yakni mahar uang bisa diganti asalkan anak-anak bersedia disodomi.

"Setelah itu, tersangka memerintahkan anak-anak untuk menelan gotri atau logam bulat kecil yang diklaim tersangka sebagai bagian dari ritual pemberian ajian," kata Sobilul.

Baca: Masih di Bawah Umur, Pelaku Sodomi di Tasikmalaya Direhabilitasi

Jika ada anak yang menolak disodomi, tersangka menakut-nakuti korban akan menerima kesialan selama 60 hari. Dilatari rasa takut, akhirnya anak-anak tersebut bersedia disodomi. Usai kejadian itu, kebanyakan anak yang menjadi korbannya enggan bercerita ke orang lain karena malu atau takut.

Selain itu, suara bagus yang dimiliki tersangka juga menjadi senjata untuk menaklukkan korbannya. Wawan mengatakan banyak anak pesantren yang mendatanginya meminta resep agar suara bagus.

Tempat kasus pedofilia korban 25 anak di Tangerang. Foto: Ist/Kriminologi.id

Banyaknya anak-anak yang mendatanginya membuat salah satu tetangga tidak terima sehingga gubuk yang didirikannya di Sakem, Tamiang, dibakar.

"Tersangka kemudian pindah tempat dan kembali mendirikan gubuk Kampung Jawaringan, Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg sekitar bulan Oktober 2017," kata Sobilul.

Baca: RSK Cabuli 8 Murid SD sejak November 2016 di Rumahnya

Meski telah berpindah tempat, anak-anak tetap mendatanginya. Di gubuk yang baru itu, Wawan kembali melancarkan aksinya dengan modus serupa.

Pada tanggal 2 Desember 2017, tersangka kembali melakukan aksi kekerasan seksual kepada tiga bocah. Salah satu korban kemudian menceritakan peristiwa itu ke orangtuanya. Tak terima anaknya menjadi korban sodomi, orang tua korban akhirnya melaporkan aksi keji Wawan ke Polsek Rajeg pada tanggal 14 Desember 2017.

Tempat kasus pedofilia korban 25 anak di Tangerang. Foto: Ist/Kriminologi.id

"Dari hasil interogasi, jumlah anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual sebanyak 25 orang yang kesemuanya sudah menjalani visum. Saat saya menyebutkan satu per satu nama anak yang menjadi korban, tersangka mengaku mengenalinya. Bahkan, saat saya salah mengeja nama anak yang menjadi korban, tersangkalah yang mengoreksinya," ujar Sabilul.

Baca: Kriminal dalam Angka: 12 Anak Korban Pembantaian Robot Gedek

Setelah dilakukan pemeriksaan dan serangkaian tes kejiwaan, tersangka dinyatakan normal.
Dari penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa 1 kaos lengan pendek merek “little boy”, 1 celana pendek warna biru ungu, pelor gotri, dan ponsel.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat  Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dalam paling lama 15 tahun. AN

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Modus 25 Anak Jadi Korban Sodomi Guru Honorer SD di Tangerang

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu