Barang bukti kasus first travel, Foto: Kriminologi.id

5 Akal Bulus First Travel Pikat 58 Ribu Anggota

Estimasi Baca:
Kamis, 7 Sep 2017 14:48:49 WIB

Kriminologi.id - Kasus penipuan yang diduga dilakukan oleh PT First Travel menyebabkan kerugian bagi puluhan ribu jemaah calon umrah. Merujuk data yang dilansir Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, sedikitnya 58 ribu batal berangkat umrah.

Polisi telah menetapkan tiga pejabat papan atas PT First Travel yakni Andika Surachman (direktur utama), Anniesa Hasibuan (isteri Andika), dan Siti Nuraidah alias Kiki Hasibuan (adik Anniesa sekaligus direktur keuangan) sebagai tersangka penipuan dan penggelapan.

Adapun Andika dan Anniesa melalui Eggi Sudjana, yang ketika itu mengklaim pengacara keduanya, membantah dugaan penipuan itu. "Kalau dia punya iktikad buruk atau berengsek, pasti sudah hancur, teorinya pasti seperti itu,” kata Eggie, Jumat, 11 Agustus 2017.

Nah, bagaimana bisa puluhan ribu jemaah calon umrah bisa menjadi korban dugaan penipuan ini? Berikut ini sejumlah akal bulus yang dilakukan First Travel dalam menggaet para korbannya seperti yang dikutip oleh Kriminologi.id dari pelabagai sumber.

 

1. Promo Paket Super Murah

First Travel menawarkan paket promo umrah Rp 14,3 juta. Strategi ini tentu saja mendapatkan respons positif dari masyarakat karena biaya tersebut jauh lebih murah ketimbang standar biaya umrah yang dikeluarkan Kementerian Agama senilai US$ 1.700 atau sekitar Rp 22,6 juta. Walaupun nilai tersebut begitu jauh berbeda, namun pihak First Travel tetap mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

Kepercayaan masyarakat ini juga dipengaruhi oleh testimoni orang-orang yang telah diberangkatkan umrah oleh First Travel. Testimoni ini juga yang akhirnya ditularkan dari mulut ke mulut antar tetangga dan antar anggota keluarga. Ketika yang memberikan testimoni adalah orang-orang dekat yang dapat dipercaya maka mereka akhirnya ikut mendaftarkan diri ke First Travel.

Kepercayaan masyarakat juga dibangun melalui iklan yang muncul di sejumlah media social, seperti Facebook. Ketika ada iklan yang muncul di Facebook maka mereka menganggap bahwa First Travel dapat dipercaya oleh masyarakat.

 

2. Merekrut Agen

Proses pendaftaran program dapat dilakukan melalui dua cara yaitu secara langsung dan melalui agen First Travel. Pendaftaran secara langsung dapat dilakukan individu maupun kelompok dengan mendatangi kantor cabang First Travel. Sedangkan pendaftaran melalui agen First Travel atau yang disebut Smart Agent, pendaftar tidak perlu mendatangi kantor cabang First Travel sebab agen inilah yang akan menyelesaikan proses administrasinya.

Keuntungan yang didapatkan agen First Travel adalah komisi Rp 1 juta dari setiap individu yang mendaftar pada agen tersebut. Selain itu, agen juga memperoleh bonus berupa perjalanan ke luar negeri bagi agen yang dianggap berprestasi. Sedangkan persyaratan menjadi agen First Travel adalah dengan membayarkan uang kemitraan Rp 2 juta untuk individu dan Rp 5 juta untuk instansi. Setelah membayar uang kemitraan selanjutnya agen diminta mengisi formulir pendaftaran online di website First Travel.

Jika menghitung prospek keuntungan yang dijanjikan oleh First Travel maka agen akan mendapat keuntungan sangat besar. Tawaran keuntungan ini akan mendorong setiap orang untuk berusaha merekrut atau mendapatkan pendaftar umrah lebih banyak.

 

3. Endorse Artis

Upaya lain yang dilakukan First Travel untuk meningkatkan  kepercayaan masyarakat adalah dengan meng-endorse beberapa artis. Artis-artis ini selanjutnya akan melakukan perjalanan umrah dengan menggunakan jasa First Travel. Selama perjalanan dan setelah perjalanan umrah tersebut, para artis tersebut akan memberikan testimoni yang positif.

Beberapa artis yang pernah menggunakan jasa First Travel untuk ibadah umrah adalah mendiang Julia Perez, Ria Irawan, dan Syahrini. Bahkan Syahrini juga pernah mengajak kerabat dan keluarganya beribadah umrah bersama dengan jasa First Travel. Ini diketahui dari unggahan Syahrini di Instagram miliknya pada 26 Maret 2017.

 

4. Permainan dalam Syarat dan Ketentuan

Pada saat pertama mendaftar mereka akan diminta untuk mengisi formulir pendaftaran, menandatangani lembar syarat dan ketentuan umrah promo First Travel dan juga menyertakan foto kopi identitas diri. Lembar syarat dan ketentuan umrah promo ini tidak semuanya diserahkan kembali pada pendaftar.

Berdasarkan hasil wawancara tim Kriminologi.id dengan beberapa pendaftar, mereka hanya akan mendapat salinan formulir pendaftaran dan kwitansi pembayaran. Sedangkan beberapa orang lagi mendapatkan salinan foto kopi lembar syarat dan ketentuan umrah promo tersebut dengan poin-poin yang tidak lengkap.

Lembar syarat dan ketentuan ini seharusnya adalah perjanjian antara dua pihak yaitu pihak First Travel dengan pendaftar. Tapi pihak-pihak yang bertanda tangan di atas materai hanya pihak pendaftar sedangkan pihak First Travel tidak menandatangani lembar tersebut.

Pada lembar syarat dan ketentuan ini berisi kewajiban pendaftar untuk bertanggung jawab terhadap segala pembiayaan lain diluar Biaya Penyelenggaraan Umrah Promo (BPUP). BPUP First Travel ini hanya meng-cover biaya perlengkapan haji, pengurusan visa, pemberangkatan dan akomodasi selama pelaksanaan umrah. Sedangkan biaya-biaya lain yang muncul adalah tanggung jawab pendaftar, walaupun terjadi force majeure.

Selain itu, di dalam lembar syarat dan ketentuan ini disebutkan juga pada poin 14.3 bahwa pihak First Travel berwenang dalam memperkirakan estimasi jadwal keberangkatan jemaah yang memiliki 5 rentang perkiraan keberangkatan. Pada poin 15 juga disebutkan First Travel dapat menunda atau mengubah jadwal keberangkatan jemaah. Padahal pendaftar dijanjikan akan diberangkatkan dengan rentang waktu paling lama 1 tahun sejak pelunasan.

Kriminologi sedang berupaya mengkonfirmasi soal dugaan dalam perbedaan syarat-syarat yang tercantum dalam ketentuan di atas kepada Andika dan kuasa hukumnya.

 

5. Paket-Paket Tambahan

First Travel juga menawarkan paket-paket tambahan dengan janji paket tersebut akan mempercepat keberangkatan para pendaftar. Salah satunya paket sewa pesawat Rp 2 juta setiap orang dan paket Ramadan senilai Rp 3-8 juta per orang. Namun setelah membayar sejumlah paket tersebut, pendaftar juga tidak kunjung berangkat.

Sebab itulah, Anda tetap waspada dan jangan mudah tergiur dengan promo-promo ibadah umrah ataupun ibadah haji yang sangat berbeda jauh dengan harga yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama. BC

KOMENTAR
500/500