Ilustrasi penipuan Foto: Consumeaffair.com

7 Kedok Penipuan yang Terungkap, Dukun Palsu Hingga Staf Presiden

Estimasi Baca:
Minggu, 25 Mar 2018 07:05:17 WIB

Kriminologi.id - Kasus penipuan berkedok kiai pengganda uang berhasil diungkap oleh Satreskrim Polres Tanjung Perak Surabaya pada Rabu, 21 Maret 2018. Dalam pengungkapan itu, diketahui pelaku berjumlah dua orang, dan satu di antaranya bernama Moh. Sholeh (44) berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

Dengan menggunakan kedok sebagai kiai pengganda uang, para pelaku berhasil mengelabui korbannya yang merupakan pengusaha dengan menggasak harta korban senilai 61 ribu dolar AS atau sekitar Rp 850 juta.

Penipuan memang menjadi modus kejahatan yang banyak digunakan. Kejadiannya pun terus berulang. Hanya dengan bermodalkan memainkan peran, pelaku penipuan bisa meraup keuntungan besar dengan waktu yang relatif cepat.

Infografik 7 Penipuan Berkedok Di Awal Tahun 2018. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Kedok yang digunakan oleh para pelaku penipuan untuk melancarkan aksinya pun beragam. Dalam dua bulan terakhir saja, Kriminologi.id mencatat ada 7 kedok penipuan yang berhasil terungkap, sebagai berikut:

1. Intel TNI

Seorang sopir angkutan online bernama Nur Wahid alias Ilham menggunakan kedok sebagai anggota TNI Angkatan Darat dari Detasemen Intelijen untuk melancarkan aksi penipuannya. Bermodalkan kedok itu, Ilham dengan leluasa melakukan aksinya di wilayah RSUD Wahidin Sudirohusodo, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar.

Ilham diketahui berhasil mengelabui warga dan petugas keamanan rumah sakit dengan mengaku sebagai intel TNI. Atas aksinya tersebut, Ilham ditangkap oleh Detasemen Intelijen Kodam XIV/Hasanuddin pada Minggu, 18 Maret 2018, saat tengah menjalankan aksinya.

2. Staf Khusus Kepresidenan

Kamis, 15 Maret 2018, kepolisian berhasil mengungkap penipuan yang dilakukan oleh seorang pria berinisial SK mengaku sebagai staf khusus kepresidenan. SK menjanjikan kepada korban bisa menjadi bagian staf khusus kepresidenan jika bersedia membayar sejumlah uang tertentu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, SK diketahui bisa memperoleh berbagai atribut mirip keanggotaan staf khusus kepresidenan dari seseorang berinisial H pada tahun 2007. Tersangka SK dan H kemudian bekerjasama untuk menawarkan berbagai kemudahan dan fasilitas sebagai anggota staf khusus kepresidenan kepada dua orang korbannya dan meminta uang masing-masing sejumlah Rp 5 juta dan Rp 2 juta.

3. Habib Pengusir Setan

Remaja bernama Jeki (18) alias Ari ditangkap jajaran Polres Barito Selatan lantaran menipu seorang kapten kapal bernama Budiono dengan mengaku sebagai habib yang dapat mengusir setan. Dari aksi penipuan yang terjadi pada Rabu 28 Februari 2018 itu, uang Rp 2,5 juta milik sang kapten raib.

Pelaku meminta sejumlah persyaratan kepada korban untuk melaksanakan ritual, antara lain secarik kain warna kuning dan putih, piring warna coklat dan sejumlah uang Rp 2,5 juta. Kepada Budiono, Jeki berpesan agar korban membuka bungkusan kain itu pada keesokan harinya. Namun, bukannya setan yang hilang justru uang dalam bungkusan hilang dibawa kabur.

4. Petugas BPK

Kepolisian Resor Sorong Selatan, Papua Barat, menangkap Antonius Laba, yang menggunakan kedok sebagai petugas Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) untuk menjalankan aksi penipuannya. Pelaku yang tercatat sebagai PNS itu mengaku sebagai staf BPK untuk memeriksa kerugian negara pada penggunaan anggaran 2016.

Modusnya, pelaku menyuruh aparat Kampung Namro dan Mugim mengembalikan kerugian negara senilai Rp 28 juta ke kas negara melalui yang bersangkutan sebagai tim pemeriksa keuangan. Dari tangan pelaku berhasil diamankan barang bukti uang tunai Rp 15 juta yang diduga kuat hasil pemerasan dari aparat Kampung Namro Rp 14 juta dan Kampung Mugim Rp 1 juta. 

5. Penyidik KPK

Komplotan penipu yang mengaku sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil ditangkap oleh tim Jatanras Polda Metro Jaya pada Selasa, 6 Februari 2018. Para pelaku mengaku akan membantu penyelesaian kasus yang menjerat korban di KPK, dan meminta sejumlah uang.

Dengan kedok tersebut, keempat pelaku bernama Harry Ray Sanjaya (45), Abdullah (47), Exitamara Rumzi (48) dan Dasril Dusky (52) berhasil menipu seorang warga asal Jambi dengan membawa kabur uang senilai Rp 10 juta.

6. Anggota BIN

Pasangan suami istri Anton Madjid (54) dan Syamsiah Mahmud (53) diamankan oleh pihak Polrestabes Makassar atas kasus penipuan pada Senin, 5 Februari 2018. Dengan mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN), keduanya mengaku bisa meloloskan tes Pegawai Negeri Sipil dengan meminta sejumlah uang kepada korbannya.

Pelaku mengiming-imingi korban dengan meluluskan tes CPNS dengan syarat-syarat tertentu melalui jalur kebijakan. Pelaku kemudian meminta uang Rp 100 juta. Korban diketahui baru memberikan uang Rp 15 juta sebagai uang muka. Namun, nyatanya anak korban tidak lulus dan pelaku sudah menghilang.

7. Dukun Pengganda Uang

Dua kakak-beradik bernama Suhendo dan Kardino menggunakan kedok sebagai dukun pengganda uang untuk melancarkan aksi penipuan di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat. Aksi mereka terungkap saat dua orang pria asal Pemalang, Jawa Tengah, Imam Mudin dan Bayu Kartomo melaporkan penipuan tersebut ke Polres Metro Bekasi pada Jumat, 2 Februari 2018.

Pelaku menjanjikan uang korban sebesar Rp 85 juta akan berlipat ganda setelah mengikuti ritual pesugihan wayang golek. Namun, hingga tanggal yang disepakati uang itu tak kunjung bertambah. Dukun palsu itu malah meminta tempo waktu sampai beberapa bulan ke depan. Karena merasa ditipu, kedua korban pun akhirnya melaporkan kakak-beradik dukun palsu itu ke polisi. RZ

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500