Polres Metro Jakarta Barat merilis kasus penipuan jasa esek-esek yang diatur dari dalam lapas. Foto: Rizky Adytia/Kriminologi.id

Akun Instagram Cewek Seksi Golden Crown Tawarkan Jasa Esek-esek

Estimasi Baca:
Kamis, 8 Feb 2018 18:45:07 WIB

Kriminologi.id - Jaringan aksi penipuan secara online dengan modus menawarkan jasa esek-esek mengatasnamakan Golden Crown, tempat hiburan malam yang berada di Tamansari, Jakarta Barat, terungkap Satuan Kriminal Khusus Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat. Dalam pengungkapan tersebut, tiga tersangka dibekuk antara lain MBS, NF dan AK. 

Ketiga tersangka dalam menjalankan aksinya memiliki peran berbeda-beda. Berawal dari tersangka MBS yang membuat akun instragam palsu mengatasnamakan tempat hiburan Golden Crown. Dalam postingan di akun itu terdapat beberapa foto wanita seksi yang siap memuaskan nafsu kaum lelaki.

"Jadi, tersangka MBS membuat akun instragam di dalam lapas dan akun itu dipasang foto-foto wanita," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Edy Suranta Sitepu di Mapolres Metro Jakarta Barat, Kamis, 8 Februari 2018.

Baca: Bawa Kabur Rp 85 Juta, Dukun Pengganda Uang Dipolisikan

Sesudah membuat akun instagram, tersangka MBS mencatut logo dan nama Golden Crown. Berbekal logo dan nama tempat hiburan malam itulah, foto wanita-wanita yang diposting di akun tersebut disebutnya berasal dari tempat hiburan Golden Crown. Hal ini dilakukan MBS untuk lebih meyakinkan korbannya.

Dengan cara demikian, banyak korban yang percaya lalu menghubungi untuk memesan jasa esek-esek itu. Di sinilah kemudian peran tersangka NF yang juga seorang narapidana di Lapas Bulak Kapal, Bekasi memainkan aksinya untuk berkomunikasi dengan para korbannya. 

"Nantinya korban berkomunikasi dengan NF melalui pesan di Instagram, yang kemudian oleh NF diberikan nomor telepon. Setelah itu, dia berkomunikasi melalui sambungan telpon atau pesan singkat," kata Edy.

Sementar itu, Kepala Unit Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Arief Purnama Oktora, mengatakan setelah bersilat lidah untuk menyakini korbannya, NF kemudian meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang ke satu nomor rekening yang diberikannya sebagai tanda jadi.

"Biasanya pelaku ini meminta DP sebesar Rp 1,5 juta. Pelaku menarifkan untuk satu perempunan atau sekali jasa itu 3 sampai 4 juta," kata Arief.

Baca: Bonus Order Fiktif, Sopir Taksi Online Raup Rp 300 Juta Setahun

Usai korban menransfer sejumlah uang, tersangka NF memblokir nomor ponsel korbannya. Akibatnya, para korban yang telah menyerahkan sejumlah uang tak lagi bisa berkomunikasi kembali dengan NF. 

Para korban yang merasa tertipu tak tinggal diam. Mereka mendatangi tempat hiburan malam di kawasan Tamansari itu guna meminta uangnya dikembalikan. Pihak pengelola tempat hiburan malam yang tak tahu persoalan merasa kaget, lantaran tak pernah membuat akun instragam demikian dengan menawarkan jasa esek-esek.

Pada Selasa, 16 Januari 2018 pihak pengelola melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Sementara polisi yang mendapat laporan itu segera menelusuri akun instragam itu. 

"Kami berpura-pura sebagai pemesan jasa itu. Setelah berkomunikasi dan mendapatkan nomor telepon dan nomor rekening kami langsung menelusurinya," ucap Arief.

Setalah hampir dua pekan melakukan penyelidikan, pada Rabu, 24 Januari 2018 polisi berhasil mengamankan tersangka AK di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Pria yang berperan sebagai penampung dana hasil penipuan itu ditangkap tanpa perlawanan.

Baca: Terbang ke Jakarta, Warga Jambi Diperas Penyidik KPK Gadungan

Selanjutnya, polisi menggelandang pria itu ke Mapolres Metro Jakarta Barat guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan, AK mengaku aksi penipuan itu didalangi oleh FN dan MBS. Mendapt laporan itu, polisi segera menjemput kedua pria itu yang telah menjalani masa hukuman lantaran terlibat kasus narkotika.

"Dari hasil pemeriksaan para pelaku, komplotan ini telah berulang kali melakukan aksinya dan omzet penipuan itu mencapai 25 juta perbulan," ucap Arief.

Akibat perbuatannya, ketiganya dijerat Pasal 51 ayat 1 junto Pasal 35 atau Pasal 45 ayat 2 junto Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2008 tentang ITE serta Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara. TD

	Infografik penipuan online bermodus esek-esek yang diatur dari lapas. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

KOMENTAR
500/500