Ilustrasi kekerasan perempuan. Foto: Pixabay

Ancam Sebar Video Mesum, Firman Berulangkali Perkosa Mantan Pacar

Estimasi Baca:
Rabu, 24 Jan 2018 09:05:02 WIB

Kriminologi.id - Modus mengunggah video rekaman persetubuhan ke media sosial, Firman Saputra, memaksa seorang wanita yang diduga mantan kekasinya berinisial AS untuk melayani nafsu bejatnya. Wanita berusia 21 tahun itu terpaksa menyetujui permintaan Firman berulang kali karena video persetubuhannya dengan pelaku yang diunggah.

Kapolres Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Besar Fadli Widiyanto, mengatakan antara korban dengan pelaku merupakan teman dekat. Kali pertama keduanya berhubungan pada November 2017. Saat berhubungan layaknya suami-istri, tanpa sepengetahuan korban pelaku merekam adegan mesum tersebut.

Baca: Diduga Diculik Selama 2 Hari, Siswi SD Disetubuhi Lelaki Tak Dikenal

“Setelah itu, pelaku kemudian mengajak AS berhubungan intim kembali dengan mengancam akan menyebarkan rekaman video pornonya jika korban menolak ajakan tersebut,” kata Fadli, di Tangerang Selatan, Banten, Selasa, 24 Januari 2018.

Karena mendapat ancaman itu, AS terpaksa melayani Firman lagi untuk berhubungan intim. Selanjutnya, permintaan berhubungan intim oleh Firman kepada AS tak berhenti sampai di situ. Pada awal Januari 2018, pelaku kembali mengajak AS melakukan hal yang sama.

Lantaran tak digubris, Jumat, 19 Januari 2018 Firman akhirnya mengunggah video porno korban. Esoknya, pada 20 Januari 2018, pelaku kembali menghubungi korban dengan mengajak kembali berhubungan intim.

Saat itu, pelaku berjanji akan menyerahkan kartu penyimpan data berisi rekaman video porno tersebut. Tak hanya itu, pelaku juga bersedia memberitahukan kunci akun sosial media miliknya kepada AS.

Baca: Terbujuk Akan Dinikahi, Gadis SMA Disetubuhi Badrus Soleh

Karena alasan itu, AS kemudian menerima ajakan Firman. Setelah bertemu, Firman mengajak AS menuju Bambu Guest House di kawasan Bintaro Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Di sana, Firman melancarkan aksi bejatnya menyetubuhi AS.

Saat itu korban tak hanya disetubuhi, tapi juga mendapat perlakuan kasar dengan diikat menggunakan jaket setelah melepaskan pakaiannya.

“Korban disetubuhi sebanyak dua kali oleh pelaku dengan disertai kekerasan seperti menjambak rambut,” kata Fadli.

Setelah berhubungan intim, pelaku sempat meninggalkan korban. Sekembalinya pelaku ke kamar hingga akhirnya tertidur, korban lantas memanfaatkan telepon selular milik pelaku untuk menghubungi temannya dengan memberitahukan posisinya yang saat itu tengah berada di hotel.

Mendapat informasi dari AS, teman korban kemudian menghubungi orang tua AS dan melaporkan kasus tersebut ke tim Vipers Polres Tangerang Selatan. Pihak kepolisian yang mendapatkan informasi tersebut bergerak cepat menyelamatkan korban dan menangkap pelaku.

Baca: Anak Gadisnya Disetubuhi, Ibu Ini Lapor Polisi

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa telepon selular milik pelaku, juga ponsel korban yang telah dirusak pelaku agar tidak dapat berkomunikasi. Kemudian jaket korban, rekaman kamera tersembunyi, motor milik pelaku dan kain kasur milik Guest House.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal berlapis antara lain Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Penyebaran Konten Asusila Lewat Media Sosial, Pasal 288 KUHP tentang Kejahatan Melakukan Persetubuhan, dan Pasal 333 KUHP tentang Kekerasan Merampas Kemerdekaan Orang. TD

KOMENTAR
500/500