Ilustrasi perampokan. Ilustrasi: Kriminologi.id

Bank Mandiri Bobol Rp 1,4 Triliun, Ini Lima Modus Jahat Kredit

Estimasi Baca:
Kamis, 25 Jan 2018 12:05:53 WIB

Kriminologi.id - Pembobolan Bank Mandiri yang dilakukan oleh PT Tirta Amarta Bottling (TAB) menyebabkan kerugian yang begitu besar. Penyidik Kejaksaan Agung mengatakan pembobolan bank pelat merah tersebut menyebabkan kerugian negara hingga Rp 1,4 triliun.

Penyidik juga telah menetapkan empat tersangka yang dianggap terlibat dalam pembobolan tersebut. Empat tersangka yang telah ditetapkan itu adalah Dirut PT TAB, Rony Tedy dan tiga pegawai Bank Mandiri yang berperan dalam mengusulkan pengajuan kredit PT TAB.

Pengajuan kredit tersebut diketahui bermasalah karena dalam dokumen pendukung pengajuan perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit terdapat data aset yang tidak benar dan dibesar-besarkan.

Baca: Kronologi Perusahaan Air Minum Bobol Bank Mandiri Rp 1,4 Triliun

Menurut laporan Financial Crimes Enforcement Network Amerika pada tahun 2006, penipuan dengan modus pemberian kredit untuk badan usaha merupakan modus yang paling sering terjadi dalam dunia perbankan. Posisi kedua adalah modus dengan menggunakan pernyataan palsu saat pengajuan kredit.

Merujuk tulisan BAE System Inspired Work dalam Application Fraud and Account Monitoring menyatakan bahwa ada 5 metode yang biasa digunakan dalam modus penipuan terhadap Bank seperti yang disebutkan berikut ini;

1. Pemalsuan Identitas

Pemalsuan identitas saat mengajukan pinjaman kredit dapat dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya dengan mencuri identitas orang lain yang sudah memiliki rekam jejak yang baik dalam pengembalian kredit. Pencurian identitas ini dilakukan dengan bantuan teknologi dan biasa disebut dengan phising.

Selain itu, pemalsuan identitas dapat dilakukan dengan meminjam atau membeli identitas orang lain. Biasanya yang menjadi korban adalah masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah. Mereka belum mengetahui bahwa identitas tersebut dapat digunakan untuk melakukan kejahatan.

2. Pemalsuan Berkas Administrasi

Pemalsuan berkas administrasi misalnya saja surat keterangan bank atau dikenal dengan Bank Statement. Surat ini biasanya menyatakan berapa besar dana yang dimiliki ataupun melihat transaksi yang dilakukan.

Seperti yang dilakukan PT TAB, pemalsuan jumlah aset dan properti yang dimiliki juga menjadi hal yang paling sering dilakukan oleh pihak pengaju pinjaman kredit. Ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan jumlah pinjaman yang diinginkan.

Baca: Bobol Bank Mandiri Rp 1,5 T, Kejagung Tahan Rony Tedi

3. Memanipulasi Kebijakan Peminjaman

Memanipulasi kebijakan peminjaman ini dilakukan dengan mengulang aplikasi yang telah digunakan atau yang disebut dengan repeated applications. Artinya pihak yang mengajukan peminjaman menggunakan aplikasi yang pernah diajukan dan disetujui oleh bank dengan beberapa penyesuaian kepemilikan aset yang diinformasikan.

4. Kolusi dengan Pegawai Bank

Pembobolan bank hampir selalu melibatkan orang dalam atau pegawai bank itu sendiri. Keterlibatan pegawai akan menghindarkan aplikasi pengajuan dari prosedur kontrol yang harusnya dilakukan.

Keterlibatan pegawai bank biasanya yang memang memiliki tanggung jawab untuk melakukan screening terhadap aplikasi pengajuan pinjaman kredit. Pegawai inilah yang akan meloloskan aplikasi pengajuan tersebut walaupun mengetahui ada beberapa data yang tidak benar.

5. Transfer Kredit

Biasanya transfer kredit dilakukan setelah pengajuan pinjaman kredit disetujui oleh bank. Peminjam akan segera melakukan transfer kredit untuk kebutuhan-kebutuhan lain. Dana pinjaman yang dicairkan tidak sesuai peruntukkanya dengan aplikasi yang telah diajukan. Ini menyebabkan batas kredit akan segera terpenuhi dan pihak peminjam boleh mengajukan pinjaman dana tambahan.

Baca: Tiga Pegawai Bank Mandiri Tersangka Pembobolan Rp 1,4 Triliun

Begitu banyak modus pembobolan bank terkait dengan peminjaman dana kredit yang dilakukan oleh masyarakat. Seringkali pembobolan dengan modus-modus tersebut saling berkaitan dan saling melengkapi. Misalnya antara pemalsuan berkas administrasi dengan kolusi pegawai bank.

Kolusi pegawai ini memang memiliki peranan paling penting pada terjadinya penipuan pinjaman dana kredit seperti yang terjadi dalam kasus pembobolan Bank Mandiri yang mencuat kasusnya ke publik ini. RZ

Infografik Lima modus penipuan terhadap bank. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

KOMENTAR
500/500