Ilustrasi Perdagangan Orang. Ilustrasi: Kriminologi.id

Bareskrim Ungkap Perdagangan Orang ke Cina

Estimasi Baca:
Jumat, 24 Nov 2017 15:15:58 WIB

Kriminologi.id - Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang atau Satgas TPPO Bareskrim Polri meringkus Sulikah, pelaku perdagangan orang dengan modus mengirimkan tenaga kerja ke Cina berkedok tujuan wisata. Sulikah sudah menjalankan aksinya sejak April 2016, dengan jumlah korban mencapai 28 orang.

"Satgas TPPO berhasil menangkap tersangka TPPO jaringan Cina yang mengirimkan TKI tanpa menggunakan pelaksana penempatan tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS) dan tanpa prosedur ketenagakerjaan dengan modus visa wisata," kata Kepala Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Pol Ferdi Sambo, di Jakarta, Jumat, 24 November 2017.

Baca: Kenali Modus-Modus Penipuan CPNS

"Para korban dikirim ke Cina pada April 2016. Kemudian para korban ditangkap dan ditahan oleh Kepolisian Cina pada bulan Juli 2017 dan dipulangkan ke Indonesia pada 3 November 2017," kata Ferdi.

Dalam penangkapan itu polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 28 paspor dan visa wisata, 13 buku rekening bank, 43 kartu keluarga (KK) para korban, 27 akte lahir dan 19 KTP para korban serta tiga ponsel.

Ferdi menuturkan, Sulikah menjanjikan para korban untuk bekerja di Cina sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji Rp 10 juta per-bulan. Kemudian korban yang tergiur dengan iming-iming gaji besar itu ditampung di salah satu hotel di kawasan Jakarta Pusat.

Baca: Modus Iming-iming Bonus Investasi, 11 Ribu Korban Tertipu

Sulikah kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para korban di Jakarta Timur. Sementara untuk alasan pembuatan paspor, visa dan pembelian tiket bagi para korban disebutkan akan digunakan untuk keperluan wisata.

Setibanya di Shanghai, China, para korban diminta menandatangani surat kontrak kerja dengan gaji 5.000 yuan dengan dipotong 4.000 yuan untuk mengganti biaya kepengurusan. Artinya para korban hanya mendapat gaji 1.000 yuan atau sekitar Rp 2 juta rupiah.

Tersangka juga mengeluarkan aturan selama utang belum lunas, paspor para korban ditahan. "Dan faktanya gaji korban tidak pernah dibayarkan," kata Ferdi.

Ferdi pun menjelaskan aliran uang dalam proses perekrutan dan pengiriman calon TKI yang diterima oleh tersangka Sulikah yaitu sebesar Rp 20 juta setiap ia berhasil mengirimkan seorang calon TKI.

Biaya yang diterimanya dari Linda di Cina tersebut digunakan oleh Sulikah untuk mengurus penerbitan paspor dengan dibantu oleh calo di Imigrasi Jakarta Barat dengan dikenakan biaya Rp 2 juta per orang, kemudian biaya untuk cek medis Rp 200 ribu, pembelian tiket pesawat Rp 7 juta, penerbitan visa Rp 600 ribu per orang.

Sementara uang fit diberikan kepada keluarga korban sebesar Rp 2 juta.

Baca: NTT Masuk Zona Merah Perdagangan Orang

Polisi kini masih mengusut keterlibatan sejumlah pihak lain dalam kasus ini karena diduga Sulikah tidak bekerja sendiri.

"Kami juga masih menyelidiki aliran dana yang masuk ke rekening tersangka," ucap Ferdi. AN

KOMENTAR
500/500