Ilustrasi Begal. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Begal Modus Pegang Payudara Ditembak, Penadah Ikut Diringkus

Estimasi Baca:
Rabu, 11 Jul 2018 15:45:48 WIB

Kriminologi.id - Pelaku begal tak kehilangan akal untuk mendapatkan mangsanya. Dua begal menuduh seorang pria melakukan pelecehan seksual memegang payudara wanita. Saat pria yang dituduh itu diminta untuk bertemu wanita yang katanya dilecehkan, kedua begal menjarah motor dan ponsel korban.

Dua pelaku itu yakni Ahmad Stofian alias Yunus (22), Arif Aqiruddin alias Katio (21) dan seorang penadah, Karno alias Tato (34) berhasil diciduk polisi. 

Kejadian berawal saat korban bernama Alif Jaka Taufik Ramadhan sedang mengendarai sepeda motor varionya B 4590 BCH di Jalan DR Soetomo Raya, Tangerang. Tak lama muncul dua tersangka Ahmad dan Arif memepet korban.

Tersangka Ahmad kemudian berteriak kepada korban untuk menyuruhnya berhenti "Lo anak Komunitas Vario ya". Korban yang tidak tahu apa-apa kemudian menjawab bahwa dirinya bukan bagian komunitas Vario.

Kedua pelaku yang merancang skenario kemudian menuduh korban telah meremas payudara rekannya bernama Desi.

Merasa tidak melakukan hal yang dituduh, korban mengikuti ketika pelaku meminta mereka untuk menemui Desi dan ketua RT setempat dengan tujuan memastikan kebenaranya. 

Saat menuju lokasi yang disebutkan pelaku, motor milik korban dibawa tersangka Arif, sementara korban dibonceng oleh Ahmad. 

Belum sampai di tempat tujuan, korban diturunkan di tengah jalan. Pelaku meminta korban menyerahkan handphone merek vivo. Pelaku berpesan agar korban menunggu di lokasi tersebut

Beberapa saat menunggu, barulah korban sadar jika dirinya telah ditipu. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Setelah mendapat laporan, kepolisian melakukan penyelidiakan dan berhasil menangkap Ahmad dan Arif pada Selasa, 10 Juli 2018.

Polisi juga menangkap tersangka lainya bernama Karno sebagai penadah. Ahmad dan Karno terpaksa diberi timah panas di bagian kaki karena mencoba melarikan diri saat ditangkap.

"Kami tangkap tiga orang Ahmad dan Arif dia sebagai eksekutor dan Karno sebagai penadah," kata Direktur Resersi Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta kepada wartawan, Rabu, 11 Juli 2018.

Akibat perbuatanya  Ahmad dan Arif dikenakan Pasal 365 KUHP tentanf pencurian dengan kekerasan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.  Sementara  Karno dijerat Pasal 480 KUHP tetanng penadahan hasil kejahatan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. MG

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500