Barang bukti limbah perusahaan laundry yang dibuang ke sungai Citarum. Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Dua Modus Perusahaan Laundry Buang Limbah Bahaya ke Sungai Citarum

Estimasi Baca:
Selasa, 23 Jan 2018 12:34:51 WIB

Kriminologi.id - Perusahaan laundry CV Ciharuman Laundry di Kabupaten Bandung menggunakan dua modus dalam membuang limbah cair Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ke sungai Citarum. Meskipun terdapat pengolahan limbah atau Ipal namun pihak perusahaan itu tidak menggunakannya.

Dari tiga perusahaan laundry yang ditutup pihak Polda Jawa Barat itu, satu perusahaan diketahui memiliki Ipal.

"Ada satu perusahaan, yakni CV Ciharuman Laundry milik Hapisuddin,  tidak menggunakan instalasi pengolahan limbah dalam membuang limbah cair, meski pengolahan limbah dimiliki perusahaan tersebut," kata Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direskrimsus Polda Jabar, Kompol Condro Sasongko, Selasa, 23 Januari 2018.

Condro menambahkan, bahwa sangat aneh jika perusahaan memiliki Ipal tersebut namun tidak digunakan sebagaimana fungsinya.

Baca: Polisi Segel Pabrik Jeans Pembuang Limbah ke Sungai Bekasi

"Jadi sebenarnya perusahaan ini punya pengolahan limbah B3 tapi tidak dioperasikan. Pengolahan limbahnya ada, sebelumnya digunakan, hanya saja sekarang tidak," jelasnya.

Pihak Ditreskrimsus Polda Jabar sendiri, kata Condro, sudah mendatangi perusahaan yang bergerak di bidang ‎usaha laundry tersebut untuk melakukan pengecekan langsung.

"Sudah, penyidik sudah mengecek ke TKP, dan melihat langsung pembersihan dan pencucian pakaian jadi di Kampung Ciharuman Desa Jelegong Kecamatan Kutawaringin itu," katanya.

Dalam hasil penyelidikan, pihaknya mendapati dua modus yang dilakukan perusahaan tersebut dalam membuang limbah cair ke sungai Citarum.

Pengecekan instalasi Ipal perusahaan laundry di Kabupaten Bandung (23/01/2018). Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

"Perusahaan itu memiliki empat bak penampungan untuk pembersihan dan pencucian pakaian jadi tersebut. Di dalam kolam bak penampungan, terdapat dua pipa di kolam terpisah. Yang satu pipa terpasang vertikal dan di kolam terpisah dibuat horizontal. Fungsi dari kolam ini buat bypass ke saluran air yang langsung mengarah (membuang) ke sungai Citarum," kata Condro.

Baca: Buang Limbah ke Sungai Citarum, Tiga Jasa Laundry Ditutup Polisi

Dirinya menambahkan, bahwa modus kedua‎ berada di bak kedua, saat bak ini penuh maka limbah cair tersebut lalu dialirkan melalui pipa tabung.

"Jadi melalui pipa tabung yang mengalir ke Sungai Citarum dengan jarak sekitar 15 meter sampai 20 meter. Ini membuktikan bahwa perusahaan ini tidak menggunakan instalasi pengolahan limbah (Ipal). Dan mengalirkan langsung ke sungai," katanya.

Pengecekan instalasi Ipal perusahaan laundry di Kabupaten Bandung (23/01/2018). Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Pihak Polda Jawa Barat menghentikan usaha CV Ciharuman Xpress untuk proses penyidikan. Dua perusahaan lainnya juga bernasib sama, yakni Xpress Laundry milik H Asep Iskak Mutaqin bin Abdulrahman dan Elvito Washing milik H Darajat. 

Ketiga perusahaan tersebut beroperasi di Kampung Ciharuman dan Kampung Parung Peusing Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. AS

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500