Film Horor Suzanna Jadi Modus Imam Cabuli Anak di Bawah Umur

Estimasi Baca :

Pelaku pencabulan anak Imam di Cakung, Jakarta Timur. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Pelaku pencabulan anak Imam di Cakung, Jakarta Timur. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Kasus pencabulan yang menimpa bocah berusia delapan tahun usai oleh seorang tukang reparasi barang-barang elektronik bernama Imam Sulaiman. Pengakuan korban berinisial S kepada warga, awalnya korban bersama keempat temannya diajak menonton film horor yang dibintangi Suzanna hingga film porno.

Kriminologi.id menelusuri kasus pencabulan terhadap anak-anak di bawah umur yang terjadi di kawasan Cakung, Jakarta Timur itu, Kamis, 19 April 2018. Seorang bocah yang menjadi korbannya berinisial S terlihat bermain bersama teman-teman sebanyanya. Mereka bermain di sebuah tanah lapang tidak jauh dari rumahnya.

Ibu S yang brinisial WI nampak sedang memantau anaknya bermain dan menolak bercerita tentang kasus tersebut. Dari ekspresi yang ditunjukkan WI, wajah kesal nampak ketika ditanya mengenai kasus tersebut.

Menurut keterangan warga lainnya, Fani, pelaku sengaja memanfaatkan keluguan anak-anak yang tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban. 

"Pas kejadian nangkep Imam, mereka gak tau apa-apa, malah pada ketawa, dibawa ke Polsek juga sama, malah main lonceng di Polsek, lari-larian," kata kepada Kriminologi.id, Kamis, 19 April 2018.

Kasus pencabulan itu pada awalnya terungkap berkat keluguan seorang anak berusia 7 tahun. Saat itu, Kamis, 1 April 2018, seorang anak perempuan berinisal M (7) sedang bermain dengan seorang anak lelaki berusia 8 tahun.

"Anak lelaki ini jahil lah ke anak cewe, si anak ngadu ke istri saya, bu itu dia mau cium-cium aku, kaya om Imam (pelaku) aja," kata tokoh setempat H Ito kepada Kriminologi.id, Kamis, 19 April 2018.

Mendengar perkataan itu, istri Ito penasaran dan langsung menanyakan kembali apa maksud perkataan si anak, namun si anak enggan menjawab pertanyaan tersebut. Setelah dibujuk menggunakan eskrim dan jajanan lain, diam-diam korban mulai menceritakan semua kejadian yang dilakukan oleh Imam.

"Pas anak ngomong itu semua direkam omonganya, mulai dia digituin sama siapa, diapain aja, itu ngomong semua si anak, siapa aja korbannya, itu si anak ngomong semua," kata Ito.

Menurut korban, M (7) juga menyebut nama rekanya T (7), F (7), SO (8), dan N (6), mendengar itu istri Ito kemudian melaporkan kejadian itu kepada orang tua masing-masing korban. Kemudian, orang tua masing-masing korban bergegas ke lantai 2 rumah kontrakan Imam yang berada tidak jauh dari rumah masing-masing korban.

Imam sempat menampik jika dirinya melakukan pelecehan. Bantahan Imam semakin membuat ibu-ibu geram dan membuat situasi semakin tidak kondusif. Saat itu, Imam langsung dibawa ke pos polisi  dan langsung dibawa ke Polsek Cakung, beserta kelima korban dan beberapa saksi.

Di Polsek Cakung, Imam tak bisa berkelit, Imam akhirnya mengakui perbuatanya melecehkan anak-anak perempuan berusia 6 sampai 7 tahun di dalam rumah kontrakanya.

Untuk melancarakan aksinya, pertama Imam menyuruh korban untuk membeli rokok, setelah rokok dibawa ke rumah kontrakanya, Imam kemudian mengajak korban masuk ke dalam rumahnya. 

Di dalam rumah kontrakan itu, Imam mengajak anak menonton film horor yang dibintangi Suzanna yang berisi adegan seksi. Tidak hanya itu Imam juga memberikan tontonan video porno kepada korban.

Saat menonton video porno, Imam mulai melakukan pencabulan kepada korban. usai melakuka kejahatan itu, korban kemudian disuruh pulang oleh Imam.

"Pas pulang dikasih uang Rp 1.000 sampe Rp 5.000 anak-anak (korban)," katanya.

Di kawasan permukiman padat penduduk itu, Imam diketahui baru tinggal enam bulan. Menurut warga, Imam tinggal sendirian dan warga jarang melihat keluarga Imam datang ke lokasi.

"Pas ke sini juga gak tau kerjanya apa, datang sendirian, ngakunya buka jasa servce elektronik," katanya.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Cakung, AKP Tom Sirait mengatakan saat ini hanya ada satu korban yang melaporkan kasus pencabulan tersebut.

"Baru satu yang melaporkan kasus pencabulan," kata Tom kepada kriminologi.id, Kamis, 19 April 2018.

"Ngakunya baru satu kali," ujar Tom menambahkan. AS

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Modus Film Horor Suzanna Jadi Modus Imam Cabuli Anak di Bawah Umur

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu