Ilustrasi Ujian Berbasis Komputer. Foto: Antara

Joki Ujian Masuk Perguruan Tinggi, Ponsel Disamarkan Jadi Jam Tangan

Estimasi Baca:
Minggu, 29 Jul 2018 10:05:31 WIB

Kriminologi.id - Sebanyak 16 orang joki mengikuti ujian masuk Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya. Aksi mereka terbongkar setelah tepergok menggunakan telepon seluler yang menyerupai jam tangan untuk berkomunikasi.  

"Memang benar kami mengamankan 16 orang karena mereka membawa handphone yang berbentuk jam tangan. Handphone itu disembunyikan di belakang ikat pinggang, sehingga saat pemeriksaan metal detektor terdengar wajar," kata Kepala Pusat Karir dan Humas UHT Surabaya Nirmalasari Idha Wijaya, Sabtu, 28 Juli 2018.

Ia mengatakan ujian berbasis komputer itu dilakukan pendaftar Fakuktas Kedokteran (FK) dan Fakuktas Kedokteran Gigi (FKG) yang diikuti 1.275 peserta.

"Awalnya ada kecurigaan dari pengawas, tangannya ditekuk terus dan seperti menggenggam sesuatu. Ternyata yang digenggam itu semacam jam tangan yang sudah dipotong talinya," ujar Nirmalasari.

Peserta ujian itu, kata Nirmalasari, berkomunikasi dengan orang di luar ujian untuk mendapat kunci jawaban. Mereka menggunakan kode untuk mengetahui jawaban dari tiap soal ujian.

Setelah diketahui berbuat curang, keenambelas peserta tersebut digugurkan sebagai peserta ujian. Kemudian, kata Nirmalasari, panitia melakukan pemeriksaan metal detektor ulang pada seluruh peserta.

Wakil Rektor III UHT Surabaya Sudyantoro Hadi mengungkapkan dari gelombang ketiga penerimaan masuk UHT ditemukan total 19 peserta curang. Peserta yang menggunakan gawai awalnya ada di kelompok ujian kedua. Kemudian saat dikembangkan, peserta yang membawa contekan kertas juga ada di kelompok ujian ketiga.

"Anak-anak ini korban, karena saat kami tanyai, mereka ini sebelumnya diberikan pengarahan di salah satu hotel di Surabaya untuk bisa mencontek dan berkomunikasi dengan pihak luar selama ujian," kata pria yang juga wakil panitia penerimaan mahasiswa baru UHT Surabaya itu.

Peserta yang diketahui curang akan diberikan sanksi. Kebanyakan peserta yang menjadi korban ini berasal dari luar Surabaya dan luar Jawa.

Atas kejadian itu, pihak UHT akan mengevaluasi penerapan ujian berbasis komputer yang sebenarnya dilakukan justru menyiasati adanya joki pada tahun lalu karena ujian berbasis kertas. RZ

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500