Jual Mobil Hasil Penggelapan, Tiga Anggota Ormas Dibekuk

Estimasi Baca :

Anggota ormas pelaku penggelapan dibekuk, Foto: Rizky Aditya/Kriminologi - Kriminologi.id
Polisi bekuk anggota ormas penggelapan mobil leasing, Foto: Rizky Aditya/Kriminologi

Kriminologi.id - Sub Direktorat Ranmor Polda Metro Jaya meringkus tiga anggota organisasi masyarakat atau ormas lantaran menggelapkan mobil milik perusahaan pembiayaan atau yang biasa disebut leasing. Ketiganya yakni Dodon selaku ketua ranting salah satu ormas, Rahmat dan Bule. Kepala Sub Direktorat Ranmor Polda Metro Jaya, AKBP Antonius Agus R menuturkan, ketiga anggota ormas itu ditangkap setelah pihaknya mendapat laporan adanya pengambilan kendaraan paksa oleh pihak leasing karena kredit macet.

"Saya tidak bisa sebutkan nama ormasnya. Jadi tiga mobil ini ada laporannya di Polsek Tanah Abang dan Polsek Tanjung Duren," kata Agus di Mapolda Metro Jaya, Minggu 26 November 2017.

Baca: Gaji Tak Dibayar, Dua Karyawan Lempar Bom Molotov ke Rumah Bos

Namun saat pihaknya menindaklanjuti laporan tersebut, diketahui bahwa mobil yang telah ditarik secara paksa itu tak dikembalikan kepada pihak leasing. Melainkan dijual kepada anggota ormas tersebut dengan harga yang telah disepakati. Setelah membeli mobil itu, ketiga pelaku kemudian menjual kembali mobil tersebut kepada orang-orang dengan harga 20 sampai 25 juta rupiah dan hanya menberikan surat tanda nomor kendaraan(STNK).

"Ormas ini mengaku bahwa kendaraan tersebut aman karena mereka memberikan surat kuasa. Mereka pikir ini tindak perdata tapi bagi kami ini sudah masuk ke tindak pidana," ucap Agus.

Selain mengamankan mobil yang digelapkan oleh ketiga tersangka, kata Agus, pihaknya juga mengamankan 30 kendaraan mobil yang diduga hasil penggelapan dengan cara mengganti pelat nomor.

"Di mana ketika Lantas yang memberhentikan dan cek surat-surat ternyata tidak sesuai dengan peruntukannya langsung diarahkan ke ranmor untuk dilakukan penyelidikan," ujar Agus.

Baca: Duel Murid SD Hingga Tewas, Keluarga Korban Tolak Autopsi

Dari 30 mobil yang diamankan, beberapa kendaraan diketahui berstatus kendaraan leasing yang telah ditarik. Namun, dijual kembali tanpa dikembalikan kepada pihak leasing.

"Lalu kita koordinasikan kepada perusahaan pembiayaan karena yang paling berhak dia, dan rata-rata ini macet semua. Ada sebagian beli di debitur langsung ada sebagian yang membeli dari orang lain. Kalau debitur langsung kita ketemukan dengan pihak perusahaan pembiayaan," ucap Agus.

Hingga saat ini, kata Agus, pihaknya masih mendalami jaringan penjual kendaraan kredit macet yang kerap digunakan oknum-oknum tertentu untuk mencari keuntungan.

"Jadi keterlibatan ormas tertentu akan kita sidik, minimal kita tunjukan pada masyarakat bahwa seperti itu tidak dibenarkan. Ada konsekuensi hukumnya. Mereka jual putus, ketika dia dapat, dia jual ke daerah lain, bukan disini bisa di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan lainnya," ucap Agus.

Dari tangan pelaku disita barang bukti berupa sejumlah telepon genggam, buku tabungan, satu unit mobil, dan pistol air soft gun. pasal UU 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia dan pasal 481 subsider 480 KUHP. AN

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Modus Jual Mobil Hasil Penggelapan, Tiga Anggota Ormas Dibekuk

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu