Penipuan PNS. Ilustrasi: Kriminologi.id

Kenali Modus-Modus Penipuan CPNS

Estimasi Baca:
Minggu, 12 Nov 2017 11:35:51 WIB

Kriminologi.id - Modus Penipuan Calon Pegawai  Negeri Sipil atau CPNS kian beragam. Penipu memanfaatkan animo masyarakat yang begitu tinggi untuk mengikuti tes CPNS yang sempat mengalami masa moratorium selama dua tahun.

Data Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebutkan total pendaftar CPNS tahun ini sekitar 2,2 juta pelamar. Minat masyarakat yang begitu besar untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) ternyata adalah sebuah peluang bagi pelaku kejahatan.

Pelaku kejahatan menggunakan berbagai cara untuk menipu para korbannya. Sebenarnya yang ditawarkan hanya satu yaitu lulus dan diterima menjadi PNS. Tapi cara yang dilakukan masing-masing pelaku sangat beragam.

Contohnya yang dilakukan Yuli Ratnasari di Jakarta Barat. Yuli menipu 130 korbannya hanya bermodalkan kepiawaiannya meyakinkan orang. Dia mengaku bisa meloloskan orang menjadi PNS. Tak kalah dengan pembukaan pendaftaran CPNS, penipuan Yuli pun dilakukan dalam dua gelombang.

Baca: Akhir Penipuan CPNS, Yuli Dijebak Korban Saat Berikan Pelatihan

Yuli akan meminta sejumlah dana yang dikatakan sebagai pelicin agar lolos tes CPNS dengan besaran nominal mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 4,5 juta. Untuk melengkapi aksi penipuannya, dia mengumpulkan seluruh korbannya di GOR Cenderawasih Jakarta Barat dan seolah-olah menyelenggarakan tes CPNS disana. Tidak hanya itu, Yuli juga membayar beberapa orang untuk berpura-pura sebagai pegawainya. Yuli juga membeli beberapa baju PNS agar semakin meyakinkan korban-korbannya.

Tidak hanya terjadi di Jakarta, penipuan dengan modus CPNS juga terjadi di Bandung, Jawa Barat. Terungkapnya kasus penipuan ini berawal dari berkumpulnya puluhan orang di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat.

Pelaku penipuan di Bandung ini mengatasnamakan orang kepercayaan istri Gubernur Jawa Barat, Netty Heryawan. Para korban dimintai sejumlah dana yang nilainya puluhan juta rupiah setiap orang dengan dalih uang pelicin. Selanjutnya para korban akan mendapatkan Surat Keputusan Pengangkatan PNS palsu sambil menunggu kabar pemanggilan berikutnya.

Setelah itu, mereka mendapatkan panggilan untuk berkumpul dalam acara pengarahan Gubernur dan mengikuti pelatihan selama sepuluh hari di Gedung Sate pada 12 Januari 2017.

Baca: Penipuan CPNS di Grup Medsos, Eks PHL Raup Ratusan Juta Rupiah

Sistem pendaftaran CPNS yang dilakukan secara online juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Pelaku membuat situs lain dengan alamat yang hampir mirip dengan situs pendaftaraan resmi CPNS.  Sehingga para calon pelamar CPNS ini ada yang salah masuk ke situs penerimaan palsu.

Di dalam situs palsu tersebut, calon pelamar akan diminta membuat akun member untuk masuk ke kolom pendaftaran. Untuk menjadi member, mereka harus menstransfer sejumlah dana yang telah ditentukan.

Memaksimalkan modus penipuannya ini, pelaku juga akan mengirimkan kartu pendaftaran palsu ke email para korbannya. Ini mengakibatkan para korbannya tidak menyadari bahwa mereka telah menjadi korban penipuan hingga saat mereka mengikuti  tes CPNS tersebut. BKN membenarkan bahwa beberapa kali pihaknya menerima laporan penipuan CPNS dengan modus ini di beberapa daerah.

Satu lagi modus penipuan CPNS yang populer di masyarakat yaitu dengan menitipkan dan membayarkan sejumlah uang kepada seseorang dan jika gagal CPNS maka uang tersebut akan dikembalikan setengah.

Modus penipuan ini lebih terlihat meyakinkan bagi para korbannya, walaupun jumlah dana yang disetorkan nominalnya puluhan hingga ratusan juta rupiah namun mereka akan tetap melakukannya.

Jaminan uang kembali walaupun hanya setengahnya menjadikan para korban yakin untuk menitipkan anaknya. Kalaupun gagal, tidak semua uangnya menghilang. Padahal sebenarnya pelaku penipuan modus ini tidak melakukan apapun. Dia hanya mengaku bisa membantu dan tidak menjanjikan pasti lulus CPNS, namun dia akan berusaha melobi orang-orang berpengaruh.

Baca: Jual Nama Pejabat Jakarta Barat, Modal Yuli Tipu CPNS

Selanjutnya dia hanya akan melihat proses penerimaan CPNS berjalan seperti biasa, ketika ada nama-nama korbannya yang tidak lolos CPNS maka dia akan mengembalikan setengah uang mereka. Sedangkan untuk yang lolos, seluruh uang tersebut masuk kantong pelaku.

Sebenarnya lolos dan tidak lolosnya korban dalam penerimaan CPNS sama sekali tidak dipengaruhi oleh perbuatan pelaku dan murni kerja keras korbannya.

Sayangnya, korban penipuan dengan modus ini jarang sekali melaporkannya pada kepolisian. Sebab selama pelaku masih mengembalikan setengah uang yang disetorkan korban maka hal tersebut tidak menyalahi perjanjian awal. Mereka tidak menduga bahwa hal tersebut adalah salah satu modus penipuan CPNS.

Pendaftaran CPNS kali ini dibuka dalam dua gelombang, gelombang I dibuka sejak 1-31 Agustus 2017 dan gelombang 2 dibuka sejak 11-25 September 2017.

KOMENTAR
500/500