Kenali Tipologi dan Modus Tindak Pidana Pencucian Uang

Estimasi Baca :

Pixabay.com - Kriminologi.id
Pixabay.com

Kriminologi.id - Belum lama ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dua modus baru terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU), yakni melalui judi online bola dan Bitcoin.

Menurut Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief pelaku melakukan upaya pencucian uang dengan menggunakan permainan judi. Syarief menjelaskan modus ini sering digunakan di negara lain. Salah satunya adalah Singapura.

Selain melalui judi online, Syarief juga mengatakan bahwa sesuai dengan laporan Kepolisian Federal Amerika Serikat FBI di Los Angeles dan beberapa kawasan di AS modus baru lainnya yang terungkap adalah penggunaan mata uang Kriptokuransi Bitcoin.

Baca: KPK Temukan Modus Baru Cuci Uang Korupsi via Judi Online dan Bitcoin

Seiring dengan adanya temuan modus baru terkait tindak pidana pencucian uang ini, ada baiknya kita mengenali lebih jauh jenis kejahatan ini.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengeluarkan sebuah modul mengenai tindak pidana pencucian uang. Merujuk pada modul itu, pencucian uang memiliki tiga tahapan tipologi yang nantinya akan terbagi lagi ke dalam beberapa modus.

Berikut adalah tipologi pencucian uang beserta modus-modusnya:

1. Penempatan (placement)

Tahap ini merupakan upaya menempatkan dana yang dihasilkan dari tindak kejahatan tertentu ke dalam sistem keuangan. Dengan perkembangan teknologi sistem keuangan, setelah mendapatkan harta hasil tindak kejahatan, pelaku kejahatan memiliki banyak sekali pilihan untuk melakukan proses penempatan harta kekayaan.

Beberapa modus penempatan antara lain:

- Menempatkan uang dalam sistem perbankan. Modus ini bisa dilakukan dengan menggunakan nama sendiri atau orang lain. Tidak jarang pula diikuti dengan pengajuan kredit atau pembiayaan. Lalu menyetorkan uang pada penyedia jasa keuangan sebagai pembayaran kredit untuk mengaburkan audit trial.

- Menyelundupkan uang atau harta hasil tindak pidana ke negara lain. Dalam proses pembawaan lintas negara, selain dalam bentuk tunai, dana hasil tindak kejahatan juga kerap dikonversi ke dalam bentuk barang berharga seperti emas atau perhiasan lainnya.

Baca: BNN Ungkap Pencucian Uang Narkoba Rp 6,4 Triliun Freddy Budiman

- Melakukan transfer secara elektronik. Melalui modus ini, transfer uang dapat dilakukan hanya dalam hitungan menit ke mana pun. Kecepatan proses peralihan dana atau aset ini kerap membuat proses penelusuran aset menjadi sangat rumit.

- Melakukan konversi harta hasil tindak kejahatan. Modus ini paling umum dilakukan, misalnya dilakukan dengan melakukan pembelian atau merubah mata uangnya untuk menyamarkan asal-usul dana. Biasanya, dana hasil kejahatan digunakan untuk membeli barang-barang berharga seperti emas, mobil, rumah, lukisan atau barang antik.

2. Pemisahan/pelapisan (layering)

Pada tahap ini terdapat upaya memisahkan dana yang dihasilkan dari tindak kejahatan tertentu dari sumbernya, yakni melalui beberapa tahap transaksi keuangan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul dana.

Beberapa modus pemisahan/pelapisan antara lain:

- Transfer melalui kegiatan perbankan lepas pantai (offshore banking). Dengan menempatkan dana pada suatu bank, yang selanjutnya ditransfer ke rekening offshore banking, pelaku kejahatan dapat seolah-olah menjauhkan dana hasil tindak kejahatan dengan dirinya.

- Transaksi menggunakan perusahaan boneka (shell coorporation). Perusahaan boneka didirikan untuk melakukan transaksi fiktif atau menyimpan aset pendirinya atau orang lain untuk menyamarkan kepemilikan sebenarnya terhadap aset tersebut.

Baca: Office Boy Setnov Punya Rekening Dolar, Jaksa Cium Pencucian Uang

3. Penggabungan (integration)

Tahap ini merupakan upaya menggabungkan atau menggunakan harta kekayaan yang telah sah, baik untuk dinikmati langsung, diinvestasikan ke dalam berbagai jenis produk keuangan dan bentuk material lainnya, dipergunakan untuk membiayai kegiatan bisnis yang sah, atau pun untuk membiayai kembali kegiatan tindak pidana. Modus penggabungan dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain:

- Melakukan investasi pada suatu kegiatan usaha. Modusnya menjadi yang paling lazim dilakukan. Dengan investasi, pelaku kejahatan menggunakan dana hasil tindak kejahatan yang telah dicuci untuk membiayai suatu kegiatan bisnis.

- Penjualan dan pembelian aset. Melalui perusahaan boneka, pelaku kejahatan melakukan transaksi pembelian aset properti seperti gedung, dengan harga yang dinaikkan (marked up). Hasil penjualan aset tersebut kemudian dianggap sebagai pendapatan dari transaksi yang sah.

- Pembiayaan korporasi. Modus ini melibatkan proses pencucian uang yang sangat rumit meliputi proses penempatan dan pemisahan yang canggih.

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Modus Kenali Tipologi dan Modus Tindak Pidana Pencucian Uang

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu