Penyelundupan narkoba dengan menggunakan kapal cepat, Foto: Pixabay

Kepala BNN: Jemput di Laut, Modus Baru Penyelundupan Narkoba

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Nov 2017 18:10:44 WIB

Kriminologi.id - Kepala Badan Narkotika Nasional atau BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso mengungkapkan model jemput bola menjadi tren baru penyelundupan narkoba ke Indonesia. Sebelumnya bandar memakai jalur langsung lewat udara, darat, dan laut untuk menyelundupkan barang haram itu.

Buwas, panggilan Budi, mengatakan pengiriman sistem jemput bola tetap di laut dengan cara kapal-kapal pembawa narkoba dari Malaysia berhenti di luar perairan Indonesia, lalu beberapa kapal nelayan Indonesia datang menjemput barang itu di tengah laut dan dibawa ke beberapa tempat.

Baca: Menyorot Sepak Terjang Sindikat Narkoba Indonesia-Malaysia

"Model seperti ini sedang tren digunakan oleh para bandar narkoba,"kata Kepala BNN, Komjen Budi Waseso di gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis, 9 November 2017.

Bahkan menurut Buwas, saat penyelundupan narkoba terungkap, para bandar sudah mempunyai rencana cadangan agar bisa menghilangkan barang bukti.

"Narkotika ini di lapis dengan aluminium foil dan dikemas tahan air. Jadi ketika dihadang, mereka akan menegelamkan agar menghilangkan barang bukti, dan nanti bisa diambil lagi," kata Buwas.

Baca: Setelah Terbitkan DPO, Polisi Ajukan Pencekalan Mang Jongol

Modus tersebut digunakan saat BNN menangkap empat orang tersangka dengan barang bukti berupa 220 kilogram sabu-sabu, 8.500 butir ekstasi dan 10 ribu yang dikirim dari Malaysia melalui jalur laut.

Berawal dari tertangkapnya seorang pria berinisial UD oleh tim BNN di kawasan Idie Rayeuk, Aceh pada Rabu, 1 November 2017. Dengan barang bukti  5,4 kilogram sabu yang dibawa mengunakan motor.

Dari UD, BNN melakukan pengembangan, ditangkaplah RA pada Sabtu, 4 November 2017 dengan menyita  barang bukti 133 bungkus sabu, 1 bungkus pil ekstasi.

Baca: BNN: Aceh Pintu Masuk Narkoba Internasional

BNN kembali membidik satu tersangka lain berinisial ABR yang ditangkap sesaat setelah menerima barang haram itu di sebuah pom bensin di Bukit Tinggi, Minggu 5 November 2017.

"Tim sempat kejar-kejaran dengan ABR, akhirnya dia kita tangkap setelah mobil yang dikendarainya masuk kedalam parit.Dari tangan ABR, BNN menyita 30 bungkus sabu seberat 32,9 kilogram,"ujar Buwas.

Di hari yang sama penangkapan ABR, BNN menangkap tersangka keempat yaitu FRZ dengan barang bukti berupa 30 bungkus sabu seberat 38,9 kilogram dan satu bungkus narkotika jenis Happy Five sebanyak 10 ribu butir.

Menurut Buwas empat tersangka ini dikendalikan oleh seorang napi di Langsa Aceh bernama Dulah. Pria ini mantan tahanan BNN yang kabur, dan tertangkap oleh otoritas Malaysia. Saat ini Dulah berada di Lapas Langsa Aceh.

Meski sudah tertangkap dan di vonis mati, Dulah tidak jera juga. Buwas berharap narapidana narkotika diberi penanganan khusus. Budi menegaskan, tindakan tegas dilapangan sangat perlu, agar memberikan efek jera. BC

Reporter: Rahmat Kurnia
Redaktur: Bobby Chandra
KOMENTAR
500/500