Kiai Kondang di Madura Nyaris Jadi Korban Gendam

Estimasi Baca :

Kyai dihipnotis. Ilustrasi: Kriminologi.id - Kriminologi.id
Kiai dihipnotis. Ilustrasi: Kriminologi.id

Kriminologi.id - Musleh Adnan, kiai kondang asal Blumbungan, Pamekasan, Jawa Timur, nyaris menjadi korban gendam oleh segerombolan orang berjubah yang sedang bertamu ke rumahnya. Komplotan ini diketahui kerap beraksi di wilayah Madura dengan modus serupa.

"Kejadiannya tadi pagi dan pelaku semuanya berpakaian serba putih," kata Kiai Adnan di Pamekasan, Jumat malam, 29 Desember 2017.

Baca: Bermodal Gendam, Pelaku Gasak Rp 4 Miliar Lewat Pembantu

Adnan menuturkan, rombongan berpakaian jubah itu berperawakan seperti keturunan Arab yang oleh sebagian warga Pamekasan sering dipanggil habib. Setibanya di rumah sang kiai, satu di antara anggota rombongan itu berhasil menebak namanya, lalu mempraktikkan kepintarannya bermain sulap.

"Dia lalu bertanya kepada saya, apakah sudah naik haji? Saya jawab tidak," ujar Adnan.

Kemudian pria berjubah putih itu meminta sejumlah uang, agar Adnan bisa segera naik haji, tapi saat itu tidak diindahkan. Saat itu ketua rombongan memberikan cincin miliknya sambil memegang tangan korban dan menepuk pundaknya.

"Saat pundak saya itu ditepuk, saya tidak sadar dan menuruti kemauannya. Untungnya, saat saya hendak memberikan uang, saya teringat, bahwa saya sedang kena gendam," kata Adnan.

Baca: Hipnotis Pengendara Motor, Sepasang Kekasih Dibekuk di Pasar

Kiai yang merupakan penceramah kondang di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, itu selanjutnya menuturkan kejadian yang menimpa dirinya melalui akun jejaring sosial Facebook.

"Ternyata, modus yang seperti itu banyak juga tokoh masyarakat dan orang terkenal yang sudah menjadi korban seperti saya," ujar Adnan.

Ia berharap, masyarakat lebih berhati-hati apabila kedatangan tamu berjubah dan tidak dikenal seperti itu, agar tidak menjadi korban gendam berikutnya. Teman-teman Adnan menyarankan agar kasus itu segera dilaporkan kepada polisi.

Selain Kiai Musleh Adnan, warga Pamekasan yang juga mengaku pernah menjadi korban gendam segerombolan orang berjubah putih itu adalah Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail.

Ismail bahkan sempat memberikan uang sebesar Rp 1,5 juta dan sebuah sarung kepada gerombolan berjubah yang bertamu ke rumahnya tersebut.

"Modusnya sama, seperti yang terjadi pada Kiai Adnan itu," ujar Ismail. AN

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Modus Kiai Kondang di Madura Nyaris Jadi Korban Gendam

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu