Dok. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono. Foto: Humas Polres Batang

Komplotan Begal Berseragam Polisi di Jateng Modusnya Pura-pura Razia

Estimasi Baca:
Rabu, 1 Ags 2018 12:40:43 WIB

Kriminologi.id - Tiga komplotan begal yang sering beraksi di wilayah Jawa Tengah diringkus kepolisian. Dua dari tiga komplotan yang ditangkap itu menjalankan aksinya dengan memakai seragam kepolisian.

"Komplotan ini mengincar truk pengangkut barang dengan modus pura-pura terjaring razia," kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono di Semarang, Rabu, 1 Agustus 2018.

Menurut Condro, tiga komplotan begal itu ditangkap jajaran Polda Jawa Tengah selama kurun waktu Juli 2018 di berbagai tempat.

Komplotan pertama beranggotakan empat orang beraksi di sekitaran Jalan Letjen Suprapto, Kabupaten Ungaran.

Menurut Condro, komplotan yang biasa beraksi di lintas Pantura Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat itu berhasil membajak truk yang mengangkut puluhan boks telepon seluler senilai Rp 450 juta.

Sementara komplotan kedua diringkus usai beraksi membajak truk pengangkut bahan baku rambut palsu di wilayah Banyumas bernilai Rp 750 juta.
 
"Komplotan ini juga menggunakan modus menyamar sebagai polisi lalu lintas yang melakukan razia di jalan," ujar mantan Kakorlantas Polri ini.

Sementara komplotan ketiga diringkus usai membobol kaca sebuah mobil di Kabupaten Pemalang dan menggasak uang yang ada di dalamnya.

"Komplotan pecah kaca mobil, kerugian mencapai Rp 150 juta," katanya.

Condro mengatakan, komplotan ketiga ini teridentifikasi sebagai kelompok Palembang dan Lampung yang biasanya mengincar nasabah bank yang baru mengambil uang dalam jumlah besar.

Terkait penangkapan komplotan begal berseragam polisi yang pura-pura melakukan razia ini, Condro meminta masyarakat lebih berhati-hati ketika menemui razia kendaraan bermotor di jalan.

"Razia oleh petugas dilakukan secara berkelompok dan dilengkapi dengan surat tugas," tutur Condro.

Menurut Condro, seluruh anggota komplotan begal ini akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500