Dok. Pantai. Foto: Pixabay

Komplotan Jambret Merayap di Pantai Bali, Tunggu Kelengahan Wisatawan

Estimasi Baca:
Selasa, 17 Jul 2018 15:05:50 WIB

Kriminologi.id - Kepolisian Sektor Kuta membekuk komplotan jambret yang biasa mengincar barang bawaan turis saat berwisata di pantai. Modus yang dilakukan komplotan itu dengan cara merayap di atas pasir pantai, dan mengambil barang korban saat lengah. 

"Komplotan jambret ini ada empat orang yang kami tahan yakni Sumanah, Eduardo, Edi Mulyoni dan Brian Payong. Salah satu dari empat tersangka ini ada yang resedivis kasus jambret dia adalah Sumanah," kata Kapolsek Kuta, AKP Teuku Ricki Fandlianshah di Kuta, Selasa, 17 Juli 2018.

Komplotan jambret itu ditangkap bermula dari laporan korban warga negara Korea Selatan, Sunkyung Roh (22) yang  menjadi korban jambret di Pantai Legian.

Ricki mengatakan, modus yang digunakan salah satu pelaku dengan cara merayap di pasir pantai saat targetnya duduk dipantai dalam kondisi lengah dengan barang bawaannya, secara perlahan-lahan mengambil tas korban.

"Target mereka ada yang mengincar barang bawaan wisatawan asing dan wisatawan lokal yang lengah saat duduk di Pantai Kuta dan Pantai Legian pada malam hari yang melakukan aksi pencurian belasan kali," ungkapnya.

Penangkapan keempat tersangka ini, bermula saat petugas berhasil menangkap Eduardo dan mengembangkan kasus ini, di mana tersangka mengaku kartu kredit milik korban diserahkan kepada Sumanah.

"Tersangka Eduardo mengatakan yang menggunakan kartu kredit milik korban untuk berbelanja di Minimart dan Circle K, Jalan Pratama Tanjung Benoa, Kuta Selatan adalah tersangka Sumanah," ujar Teuku di dampingi Kanit Reskrim Polsek Kuta, Iptu Aan Saputra.

Dari informasi ini, tim opsnal lantas melakukan penyelidikan dan mengetahui keberadaan Sumanah yang kemudian ditangkap petugas pada 15 Juli 2018, Pukul 01.30 Wita berhasil diamankan di Gapura depan Hotel Pulman, Jalan Pantai Kuta, Badung.

Selanjutnya, dari interogasi kedua tersangka, polisi lantas berhasil menangkap dua tersangka lainnya yakni Edi dan Brian yang merupakan kasir di minimarket setempat, ujarnya.

Saat diinterogasi petugas, tersangka Sumanah mengaku sebagai pelaku utama pengambil barang hasil curian yakni iphone X yang diambil dari korban saat berada di Pantai Kuta, di mana barang bukti dijual kepada rekannya berinisial AN seharga Rp5 juta.

Kemudian, uang hasil penjualan barang curian itu digunakan terdakwa untuk membayar uang muka membeli sepeda motor Honda Scoopy sebesar Rp4 juta."Uang sisa untuk uang muka membeli motor itu, terdakwa gunakan untuk keperluan sehari-hari," ucapnya.

Selain mencuri telepon genggam korban, tersangka bersama rekannya ED juga menggunakan kartu debit korban untuk berbelanja di Minimarket Circle K sebesar Rp700 ribu.

"Saat kami interogasi secara mendalam lagi, ternyata pelaku sudah sepuluh kali melakukan aksi pencurian di Kawasan Kuta yang menyasar para wisatawan asing," ujarnya.

Kepada petugas, tersangka pernah beraksi di depan Hotel Bali Anggrek, Kuta sebanyak tiga kali, selanjutnya pencurian berlanjut di depan Hotel Pullman, Kuta sebanyak tiga kali, pencurian barang wisatawan di depan Beach Walk, Kuta sebanyak satu kali.

Kemudian pencurian barang milik wisatawan berlanjut di depan Hotel Citadine, Kuta sebanyak satu kali, pencurian di depan Hotel Istana Rama, Kuta sebanyak satu kali dan terakhir di depan Hotel Kuta Playa, Kuta, sebanyak satu kali.

Sebelum komplotan ini ditangkap petugas, korban Sunkyung Roh melaporkan kejadian pencurian kepada anggota di Polsek Kuta bahwa dirinya kehilangan satu buah telepon genggam merek iphone X dan kartu kredit saat berada di Pantai Legian tepatnya di depan Hotel Pullman Legian Kuta Badung, pada 2 Juni 2018, Pukul 01.00 Wita.

Dari pengakuan korban, saat berada di TKP dirinya hendak mengambil telepon gengamnya, namun tidak ada di dalam tas, setelah dicek isi tas korban ternyata kartu dompet yang didalamnya berisi kartu kredit dan uang tunai Rp300 ribu juga raib.

Kepada petugas, korban juga menuturkan bahwa dirinya mendapat info dari bank bahwa debit card miliknya ada yang menggunakan untuk transaksi di Minimart dan Circle K, Jalan Pratama Tanjung Benoa, Kuta Selatan.

Dari laporan ini lah, petugas melakukan penyelidikan dan mengetahui ciri-ciri pelaku dari sejumlah saksi di TKP dan berhasil menangkap tersangka. "Perbuatan keempat tersangka dijerat dengan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun," tuturnya.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500