Dok. Gas elpiji, Foto: Ist/Kriminologi

Kurangi Isi Tabung, Penjual Elpiji 3 Kg di Jember Diciduk

Estimasi Baca:
Jumat, 29 Des 2017 22:05:35 WIB

Kriminologi.id - Seorang penjual gas elpiji 3 kg diringkus petugas Polres Jember, Jawa Timur karena melakukan kecurangan. Pelaku berinisial MH (43) melakukan praktik pengurangan isi tabung elpiji yang dijualnya sehingga merugikan masyarakat.

"Berdasarkan informasi warga, kami melakukan penyelidikan dan menemukan bukti bahwa yang bersangkutan benar-benar melakukan praktik pengurangan isi tabung elpiji tersebut, sehingga merugikan masyarakat," ujar Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, Jumat, 29 Desember 2017.

Baca: Dua Anggota Komplotan Pencuri CPU Ekskavator Diringkus

Pelaku menjual tabung elpiji 3 kilogram kepada warga dengan harga Rp 15.000 hingga Rp 16.000 per tabung, padahal isi tabung tersebut berkisar 2,5 hingga 2,75 kilogram, sehingga tidak sesuai dengan ukuran yang sebenarnya.

"Hal itu melanggar hukum dan dijerat dengan pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman berupa pidana penjara lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar," kata Kusworo.

Dari tangan tersangka, polisi menyita 117 tabung elpiji 3 kg, satu unit timbangan, satu buah pipa aluminium, satu buah obeng, tutup segel tabung, karet pengaman tabung, satu unit sepeda motor milik pelaku, dan satu unit gerobak.

Baca: Pergoki Pencuri, Nenek 79 Tahun Dianiaya Hingga Pingsan

"Seluruh barang bukti kami amankan di Polres Jember bersama pelakunya untuk dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya yang melanggar UU Perlindungan Konsumen itu. Namun, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, 117 tabung elpiji yang merupakan barang bukti itu akan dititipkan di Pertamina," ujar Kusworo.

Kusworo menambahkan, modus yang digunakan oleh pelaku yakni memindahkan sebagian isi elpiji dari beberapa tabung 3 kilogram yang masih penuh dengan menggunakan aluminium sepanjang 14 cm ke tabung elpiji 3 kilogram yang kosong.

"Tabung elpiji yang telah berkurang tersebut kemudian dijual ke toko-toko dan masyarakat seolah-olah isinya 3 kilogram. Berdasarkan keterangan tersangka, sehari hanya menghasilkan 1 tabung yang diisi sendiri," katanya.

Dari hasil pemeriksaan, MH mengaku baru melakukan praktek pengurangan elpiji 3 kg tersebut sepekan lalu, namun keterangan tersebut berbeda dari keterangan warga sekitar yang menyebutkan sudah sebulan pelaku melakukan tindak pidana metrologi tersebut. AN

Penulis: Adryan Novandia
Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500